Internasional

Gencatan Senjata Berakhir, Israel Bombardir Gaza-Habisi Kamp Pengungsi

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Minggu, 15/02/2026 16:55 WIB
Foto: Sejumlah pelayat berduka selama pemakaman warga Palestina yang tewas dalam serangan malam Israel di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 15 Februari 2026. REUTERS/Ramadan Abed

Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza bagian utara dan selatan pada Minggu (15/2/2026). Informasi tersebut disampaikan otoritas pertahanan sipil dan pejabat kesehatan Palestina.

Melansir Reuters, tenaga medis menyebut serangan udara menghantam sebuah kamp tenda yang menampung keluarga pengungsi dan menewaskan sedikitnya empat orang. Sementara itu, otoritas kesehatan Gaza mengatakan, lima orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di Khan Younis, wilayah selatan Gaza.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menargetkan militan Hamas sebagai respons atas dugaan pelanggaran pada Sabtu (14/2/2026) di Beit Hanoun. Menurutnya, militan muncul dari sebuah terowongan di sebelah timur "Yellow Line", garis demarkasi yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata untuk memisahkan wilayah yang dikuasai Israel dan Hamas.


Pejabat tersebut menyebut serangan pada Minggu dilakukan secara presisi dan sesuai hukum internasional. Ia juga menuduh Hamas telah melakukan lebih dari enam pelanggaran terhadap gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu, termasuk pengerahan pasukan di timur Yellow Line.

Israel dan Hamas saling menuding telah melanggar kesepakatan gencatan senjata tersebut, yang menjadi bagian penting dari rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

Pada Sabtu, militer Israel mengatakan telah mengidentifikasi kelompok bersenjata di dekat personel IDF yang beroperasi di Gaza utara. IDF menyatakan masih melanjutkan penghancuran terowongan bawah tanah di wilayah tersebut sesuai kesepakatan.

Militer Israel juga mengeklaim telah melihat sejumlah pria bersenjata keluar dari terowongan dan masuk ke bawah reruntuhan bangunan di timur Yellow Line. Angkatan Udara kemudian menyerang bangunan tersebut dan menewaskan dua pria bersenjata. Militer menambahkan kemungkinan ada militan lain yang turut tewas dalam serangan itu.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan sedikitnya 600 warga Palestina telah tewas akibat tembakan Israel sejak kesepakatan Gaza mulai berlaku. Di sisi lain, Israel menyebut empat tentaranya tewas akibat serangan militan di Gaza dalam periode yang sama.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tiga Jurnalis Tewas dalam Serangan di Gaza