MARKET DATA

Kisruh 'KPK' Malaysia dengan Media Asing, Berujung Investigasi Polisi

haa,  CNBC Indonesia
15 February 2026 06:20
PUTRAJAYA, MALAYSIA - OCTOBER 13: Detail view of Malaysian flag in Perdana Putra, the office complex of the Prime Minister of in Putrajaya in the background prior to the 26th Le Tour de Langkawi 2022, Stage 3 a 124.2km stage from Putrajaya to Genting Highlands 1649m / #PETRONASLTdL2020 / on October 13, 2022 in Putrajaya, Malaysia. (Photo by Tim de Waele/Getty Images)
Foto: Bendera Malaysia di Perdana Putra, kompleks kantor Perdana Menteri di Putrajaya (Photo by Tim de Waele/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Malaysia melakukan penyelidikan atas artikel Bloomberg yang diduga berisi pencemaran nama baik terkait kepemilikan saham kepala lembaga anti-korupsi negara. investigasi dilakukan setelah adanya laporan atas artikel media asing tersebut.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal, M Kumar, mengatakan polisi menerima laporan pada hari Jumat (13 Februari). Namun, tidak ada detail mengenai siapa yang mengajukan laporan tersebut.

Kumar mengatakan penyelidikan tersebut terkait dengan artikel yang diterbitkan pada hari Selasa oleh Bloomberg yang melaporkan bahwa kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, memiliki 17,7 juta saham di sebuah perusahaan jasa keuangan yang saat ini bernilai sekitar RM800.000 (US$204.668), jauh di atas batas RM100.000 yang diizinkan untuk pegawai negeri di Malaysia.

"Artikel pada hari Selasa tersebut diduga mengandung pernyataan yang bersifat mencemarkan nama baik," kata Kumar pada hari Jumat, dikutip dari CNA.

"Investigasi sedang dilakukan berdasarkan Pasal 500 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998 tentang penggunaan fasilitas jaringan atau layanan jaringan yang tidak semestinya," demikian kutipan pernyataannya yang dimuat oleh Bernama.

Kumar mengingatkan masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kasus ini sementara pihak berwenang menyelesaikan penyelidikan.

Hal ini terjadi setelah Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil pada hari Jumat mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk komite khusus untuk menyelidiki tuduhan terhadap Azam.

"Satuan tugas tersebut akan dipimpin oleh Sekretaris Utama Pemerintah Malaysia, Shamsul Azri Abu Bakar," kata Fahmi dalam konferensi pers mingguan.

Azam sebelumnya pada hari Jumat mengatakan bahwa ia bersedia untuk diselidiki di tengah seruan agar ia mundur. Dia pun menambahkan bahwa ia tidak menyembunyikan apapun karena semua deklarasi keuangan dan asetnya telah dibuat sesuai dengan undang-undang pelayanan publik.

"Saya yakin bahwa kebenaran akan terungkap melalui proses yang adil dan independen," katanya dalam sebuah pernyataan.

Media lokal New Straits Times sebelumnya melaporkan bahwa Azam menyebut laporan Bloomberg melakukan fitnah dan menyesatkan. Azam mengaku membeli saham-saham tersebut tahun lalu dan telah dijual pada tahun yang sama.

Sementara itu, media Bernama melaporkan pada Kamis malam bahwa Azam telah memulai tindakan hukum terhadap Bloomberg atas laporannya tentang pembelian sahamnya, dengan pengacaranya dari firma hukum Zain Megat & Murad mengirimkan surat tuntutan ke kantor Bloomberg di Amerika Serikat dan Malaysia.

Laporan Bloomberg telah mendorong anggota parlemen oposisi dan kelompok masyarakat sipil untuk memperbarui tuntutan pengunduran diri Azam dan menyerukan reformasi besar-besaran terhadap lembaga anti-korupsi, termasuk penghapusan kekuasaan perdana menteri untuk menunjuk kepala MACC. Bloomberg mengatakan pihaknya tetap mempertahankan pemberitaannya, menurut New Straits Times.

Dalam laporan lain pada hari Kamis, Bloomberg mengatakan bahwa para pejabat MACC juga membantu sekelompok pengusaha untuk mengambil alih kendali perusahaan, dengan mengutip dokumen internal dan wawancara dengan saksi.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Macron Siap Buktikan di Pengadilan AS kalau Istrinya Wanita Tulen


Most Popular
Features