Drama Indonesia Sudah Setara Drakor Menurut Lembaga Asing
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri hiburan Tanah Air mulai menjadi sorotan global. Salah satunya tampak dari artikel yang dipublikasikan media asal Amerika Serikat (AS), Deadline, berjudul 'Indonesian Originals Begin to Challenge Korean Content in Southeast Asia - MPA Report' (Serial orisinil Indonesia Mulai Menantang Konten Drama Korea di Asia Tenggara - Laporan MPA).
Artikel tersebut berbasis dari laporan Media Partners Asia (MPA), yang menyebut serial televisi orisinal buatan Indonesia sudah mulai menyamai konten-konten drama Korea (drakor).
Menurut laporan MPA, jumlah langganan platform streaming premium di Asia Tenggara tumbuh 19% secara tahun-ke-tahun (YoY) pada 2025. Kawasan Asia Tenggara meraup 61 juta pelanggan platform streaming, meliputi Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura.
"Indonesia menyumbang pangsa yang tidak proporsional dalam jumlah pelanggan baru dan jam menonton. Thailand dan Filipina juga memberikan pertumbuhan tambahan yang stabil," menurut laporan MPA, dikutip dari Deadline, Jumat (13/2/2026).
Durasi menonton video-on-demand (VOD) premium tumbuh 8% dari kuartal-ke-kuartal (QoQ) menjadi 4,2 miliar jam. Netflix dan iQiyi masing-masing mencatat kenaikan 14% dan 10% secara berurutan.
Layanan streaming asal Indonesia, Video, mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 24% YoY.
MPA mengatakan pada Q4 2025, Indonesia untuk pertama kalinya berada di 'level sepadan' dengan konten-konten drakor. Keduanya sama-sama memiliki 30% audiens VOD premium dan jangkauan antara 47-48% pengguna. Sejumlah serial orisinal Vidio termasuk di antara yang paling banyak ditonton.
Netflix tetap menjadi pemimpin yang dominan di Asia Tenggara dalam hal pelanggan, MAU (Pengguna Aktif Bulanan), dan total jam menonton.
Viu berada di peringkat kedua secara regional berdasarkan tahun kalender 2025 yang diurutkan berdasarkan pelanggan, MAU, dan keterlibatan. MPA mengatakan permintaan berkelanjutan untuk drakor dan drama China (dracin), serta program lokal pilihan, memainkan peran kunci untuk pertumbuhan platform streaming.
"Konten drakor terus menjadi andalan jangkauan di seluruh Asia Tenggara pada 2025, tetapi konten orisinal lokal kini memainkan peran yang jauh lebih sentral dalam mendorong akuisisi dan keterlibatan," kata Dhivya T, Analis Utama dan Kepala Insigthts dari MPA dan AMPD.
"Indonesia menonjol tahun ini, dengan judul-judul lokal bersaing langsung dengan drakor di puncak peringkat VOD premium. Ini adalah pergeseran yang signifikan yang mencerminkan peningkatan kualitas konten, distribusi yang lebih kuat, dan meningkatnya kepercayaan penonton terhadap cerital lokal," ia menuturkan.
Lebih lanjut, konten Thailand juga menunjukkan daya tarik lintas negara yang kuat, sementara dracin tetap menjadi pendorong utama keterlibatan di platform freemium dan hybrid di berbagai pasar.
(fab/fab)[Gambas:Video CNBC]