Rasio Utang RI 40% PDB, Mari Elka: Masih Relatif Rendah

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 13/02/2026 12:35 WIB
Foto: Wakil Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu dalam CNBC Indonesia Economic Update 2025 di Jakarta, Rabu (18/6/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementarian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total utang pemerintah senilai Rp 9.637,9 triliun pada 2025. Ini membuat rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) menembus level 40,46% terhadap PDB.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menilai jika dilihat rasio utang sebesar 40,46% dari PDB sebetulnya relatif rendah dibanding dengan banyak negara lain apalagi negara maju yang sudah di atas 100%. Yang harus diperhatikan, menurut Mari, adalah debt to service ratio (DSR).


DSR adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan individu atau bisnis dalam membayar cicilan utang, dibandingkan dengan total pendapatan bersih bulanan.

"Bagaimana kita menilai manajemen utang tidak bisa hanya dari debt to GDP ratio. Kita juga harus lihat debt to service ratio. Jadi berapa banyak anggaran kita yang juga terserap untuk membayar bunga misalnya di dalam revenue," paparnya saat ditemui usai peluncuran situs resmi DEN, Jumat (13/2/2026).

Dalam kesempatan ini, dia mengingatkan agar utang benar-benar tidak dipandang negatif. Dia meminta masyarakat melihat utang dari penggunaannya untuk pembangunan ekonomi.

"Jadi jangan melihat utang itu sebagai hal yang negatif. Semua negara juga berutang. Yang penting hutang itu digunakan untuk menghasilkan growth atau tidak sehingga bisa membayar kembali utangnya," katanya.

Tidak hanya itu, Mari menekankan hal penting yang harus dilihat selanjutnya adalah upaya meningkatkan revenue, baik dari perluasan tax base pajak ataupun dari perbaikan administrasi pajak. Ini menjadi pekerjaan rumah yang penting.

"PR yang penting. Di luar itu tentu expenditure side. Tadi kita sudah bahas mengenai belanja pemerintah yang bisa lebih efisien," paparnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Wamenkeu Juda Agung: Ekonomi Q1-2026 Ditargetkan Tumbuh 5,6%