Luhut Tegaskan Ekonomi RI Tumbuh 5-6% Bukan Prestasi!

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 13/02/2026 12:46 WIB
Foto: CNBC Indonesia/puspa

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasonal (DEN) Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, kemampuan pemerintah untuk menaikkan laju pertumbuhan ekonomi di kisaran 5-6% bukan lah prestasi.

Terutama karena Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang lebih cepat untuk bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap dalam dua dekade ke depan. Ia mengatakan, Indonesia butuh pertumbuhan 8-9% untuk itu.

"Jadi kalau 5%, menurut saya bukan prestasi atau sampai 6% tidak prestasi. Kami bermimpi 8-9% dalam beberapa tahun ke depan," kata Luhut saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (13/2/2026).


"Dan kita harus bisa memelihara itu paling tidak dua dekade untuk kita bisa menjadi high income country dan kita tidak terperangkap dari middle income trap," tegasnya.

Luhut mengatakan, untuk memacu pertumbuhan di level 8-9%, Indonesa tidak lagi bisa bersantai-santai dan bekerja sendiri-sendiri. Sebab, negara dihadapkan pada penurunan bonus demogratif produktif atau aging population mulai 2041.

"Jadi semua harus sadar bonus demografi itu sudah akan habis 2040-an. Ini satu titik atau garis yang harus kita perhatikan. Kalau enggak kita omong aja, semua omong sana, omong sini, tengkar sini, tengkar sana. Ini masalah," tuturnya.

Untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat, Luhut mengatakan, tumpuannya ialah pada penciptaan investasi yang deras masuk ke Indonesia. Ini menurutnya bisa dilakukan dengan cara gotong-royong melakukan deregulasi.

"Kita kembali kepada deregulasi yang dilakukan bareng-bareng dulu tahun 1985. Itu melakukan deregulasi pertumbuhan ekonomi setelahnya bisa 8%- 9%. Kenapa tidak kita lakukan sekarang?" tegas Luhut.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia terbaru berdasarkan catatan Badap Pusat Statistik (BPS) pada 2025 memang masih tumbuh di kisaran 5%.

Namun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39% secara tahunan (year on year/yoy) lebih tinggi dibandingkan pada kuartal III-2025 yakni 5,04%. Pertumbuhan kuartal IV-2025 juga menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%) atau dalam 13 kuartal atau lebih dari tiga tahun.

Sementara itu, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11%, lebih tinggi dibandingkan 2024 yang mencapai 5,03%. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2022 (5,31%) atau tiga tahun lebih.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Masyarakat Rajin Belanja Lagi, Ekonomi Indonesia Bangkit