Prabowo Curhat Diejek Profesor Saat Luncurkan MBG, Diramal Pasti Gagal

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 13/02/2026 10:28 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Biro Pers Sekretariat RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan saat melancarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serangan demi serangan diterimanya.



"Saya diejek, saya di jelek-jelekin, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti. Bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang," ujarnya.

Menurut Prabowo, hal tersebut tidak elok mengingat program MBG dijalankan oleh presiden yang dipilih langsung oleh rakyat.

"Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin adalah biasa, tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan orang-orang yang belum kuat ekonominya sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya. Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik," katanya.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan, terlalu banyak anak Indonesia yang mengalami stunting. Stunting adalah kurang gizi dan memicu sel tidak bisa berkembang dengan baik.

"Sel otak tidak berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik, sel otot tidak bisa berkembang dengan baik. Jadi stunting akibat juga dari proses pemiskinan, proyek pemiskinan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Bertemu Prajogo Hingga Aguan di Hambalang, Ada Apa?