RI Pernah Krisis Paracetamol, Jangan Sampai Terulang!
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B. Panjaitan mengungkapkan fakta bahwa Indonesia pernah mengalami krisis paracetamol pada masa Covid-19. Kondisi ini dipicu oleh global supply chain yang tidak jalan di masa pandemi.
Luhut pun mengatakan Covid-19 memang memberikan pelajaran yang besar. Saat itu, kepentingan nasional menjadi nomor satu.
Dia menceritakan ketika lockdown, Indonesia pernah tidak memiliki paracetamol. Ini disebabkan karena India mengalami lockdown. Seperti diketahui, India merupakan produsen paracetamol terbesar dunia. Mereka juga memasok 90% bahan baku paracetamol dunia.
"Waktu India lockdown, kita parasetamol aja enggak punya," ujarnya dalam peluncuran situs resmi DEN, Jumat (13/2/2026).
Oleh karena itu, Luhut mengimbau Indonesia harus belajar dari pengalaman ini. Indonesia harus membangun ketahanan di dalam negeri, baik dalam obat, pangan dan lainnya.
Pemerintah Indonesia tengah berupaya memperkuat hilirisasi farmasi agar tidak 100% bergantung pada India dan China. Kabar terakhir, Kimia Farma sempat merencanakan produksi bahan baku paracetamol, namun ketergantungan pada bahan baku India masih signifikan.
(arj/haa)