MARKET DATA

Prabowo, Airlangga & CEO Danantara Bagikan Update Ekonomi RI Siang Ini

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
13 February 2026 08:15
Presiden Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Presiden Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemenko Perekonomian akan menyelenggarakan acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 Bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada siang ini, Jumat (13/2/2026).

Dikutip dari undangan tersebut, acara akan diadakan di Auditorium Wisma Danantara mulai pukul 13.00 WIB. Prabowo dijadwalkan akan hadir dan memberikan arahan.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengonfirmasi kehadiran Presiden tersebut.

"Besok Indonesia Economic Outlook," kata Dony. "Iya dong," sambung Dony, saat ditanya perihal kehadiran presiden.

Sayangnya, Dony tak menjelaskan lebih jauh mengenai gelaran Indonesia Economic Outlook. Dony hanya mengundang awak media untuk hadir besok.

"Hadir makanya besok ya," ujarnya.

Selain Presiden, turut hadir CEO Danantara Rosan P. Roeslani dan sejumlah menteri di bawah kabinet Merah Putih.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menjawab penilaian Moody's itu dengan menggelar acara Indonesia Economic Outlook pada Jumat (13/1/2026).

Hal itu diungkapkan seusai rapat terbatas dengan Kepala Negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

"Bapak Presiden tadi meminta agar kita membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk serasehan ekonomi, yaitu 'Indonesia Economic Outlook' yang akan diselenggarakan pada hari Jumat nanti," kata Airlangga

Airlangga mengatakan, dalam acara itu, pemerintah akan memberikan penjelasan secara rinci terkait berbagai masalah yang menjadi perhatian Moody's hingga menurunkan outlook rating kredit atau utang Indonesia. Di antaranya terkait penerimaan negara dan Danantara.

"Ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara," paparnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Puji Airlangga Soal IEU-CEPA: Dia Bekerja dengan Sangat Keras


Most Popular
Features