Internasional

Trump Ultimatum Iran: Sepakat Nuklir atau...

tfa, CNBC Indonesia
Jumat, 13/02/2026 07:40 WIB
Foto: REUTERS/Yves Herman

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi "sangat traumatis" apabila gagal mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington. Ancaman itu disampaikan di tengah berlanjutnya negosiasi AS-Iran terkait program nuklir Teheran.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (12/2/2026), sehari setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump menyatakan harapannya agar pembicaraan dengan Iran membuahkan hasil dalam waktu dekat.

"Kita harus mencapai kesepakatan. Jika tidak, itu akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus mencapai kesepakatan," kata Trump, seperti dikutip AFP, Jumat (13/2/2026). "Ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak mencapai kesepakatan."


Trump juga mengingat kembali serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran yang ia perintahkan selama konflik 12 hari antara Israel dan Iran pada Juli tahun lalu. Ia menegaskan, jika diplomasi gagal, Washington siap melangkah ke tahapan berikutnya.

"Kita lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan dengan mereka. Jika tidak, kita harus melanjutkan ke fase kedua. Fase kedua akan sangat sulit bagi mereka," ujarnya.

Sementara itu, Netanyahu datang ke Washington untuk mendorong sikap AS yang lebih keras dalam pembicaraan nuklir, termasuk memasukkan isu persenjataan rudal balistik Iran. Namun, perbedaan pandangan antara kedua sekutu itu masih terlihat.

Dalam pernyataan video sebelum kembali ke Israel, Netanyahu mengatakan Trump yakin kondisi yang diciptakannya dapat membuka jalan menuju kesepakatan.

"Ia percaya bahwa kondisi tersebut, ditambah pemahaman Iran bahwa mereka telah membuat kesalahan di masa lalu, dapat menciptakan peluang untuk mencapai kesepakatan yang baik," kata Netanyahu.

Meski demikian, Netanyahu menegaskan sikap skeptisnya. "Saya tidak akan menyembunyikan bahwa saya memiliki skeptisisme umum mengenai kualitas kesepakatan apa pun dengan Iran," ujarnya.

Menurut dia, kesepakatan harus mencakup isu program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata seperti Hamas, Houthi, dan Hizbullah. "Ini bukan hanya masalah nuklir," katanya.

Peringatan keras Trump muncul di tengah dimulainya kembali pembicaraan AS dan Iran pekan lalu di Oman, setelah sebelumnya terhenti akibat konflik Israel-Iran dan serangan AS. Hingga kini, Iran menolak memperluas agenda pembicaraan di luar program nuklirnya. Teheran menegaskan tidak berupaya memiliki senjata nuklir dan menolak apa yang disebutnya sebagai "tuntutan berlebihan" dari pihak Barat.


(tfa/tfa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Diancam Iran Hingga Potret Tebing di Aceh Tengah Runtuh