Siaga Malapetaka! BMKG Ingatkan Hujan Makin Ganas-Suhu Bumi Naik

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 21:20 WIB
Foto: Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan di Universitas Sumatra Utara, Selasa (10/2). (Dok BMKG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, curah hujan akibat Siklon Tropis Senyar cetak rekor baru di beberapa wilayah.

Seperti diketahui, hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar memicu bencana banjir bandang-longsor dan memporakporandakan 3 provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat pada pekan akhir November 2025 lalu. Bencana ini menyebabkan korban tewas hingga ribuan orang dan warga kehilangan keluarga dan rumahnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, Siklon Tropis Senyar memicu curah hujan yang melampaui batas normal.


Di sisi lain juga ditegaskan, perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang sedang terjadi dan berdampak langsung kepada kehidupan masyarakat.

Salah satunya adalah dampak perubahan iklim adalah peningkatan intensitas curah hujan ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah Indonesia.

"Siklon Senyar telah menghasilkan rekor curah hujan dasarian III November tertinggi sejak tahun 1991. Di Kecamatan Koto Tangah, Sumatra Barat, curah hujan selama periode bencana mencapai sekitar tiga kali lipat dari hujan normal di bulan November. Di Singkil Utara, Aceh, curah hujan mencapai dua kali lipat dari kondisi normalnya," katanya dalam keterangan di situs resmi, dikutip Rabu (11/2/2026).

Suhu Bumi Makin Panas

Dalam diskusi ilmiah bertajuk "Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra pada November-Desember tahun 2025" di Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Selasa (10/2/2026), Ardhasena mengatakan, fenomena alam seperti Siklon Tropis Senyar merupakan bagian dari tren pemanasan global yang konsisten.

Dari analisis BMKG, terangnya, tren perubahan iklim yang terjadi saat ini dibuktikan dengan berbagai catatan. Yaitu, tahun 2024 tercatat sebagai tahun terpanas di Indonesia dengan suhu rata-rata mencapai 27,5° Celcius. Sementara, tahun 2025 tercatat sebagai tahun terpanas urutan keenam (27,04° Celcius) dalam sejarah pengamatan di Indonesia dengan anomali suhu +0,38° Celcius di atas rata-rata periode normal 1991-2020.

"Ke depan kondisi iklim Indonesia cukup mengkhawatirkan jika tidak dilakukan langkah mitigasi secara kolektif," ujarnya.

"Hasil analisis BMKG mencatat di masa mendatang peningkatan suhu masih akan terus terjadi di mana seluruh wilayah Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan suhu hingga 1,6° Celcius pada periode 2021-2050," kata Ardhasena.

Pola Hujan Kejadian 100 Tahun Berubah

Tak hanya itu, dia juga mengingatkan, perubahan iklim akan mendorong perubahan pola hujan.

Wilayah utara Indonesia diproyeksikan menjadi lebih basah (hingga 8%), sementara wilayah selatan menjadi lebih kering (hingga -9%).

Dampaknya, curah hujan yang sebelumnya memiliki periode ulang 100 tahun akan terjadi jauh lebih sering di masa depan.

"Sebagai contoh, hujan intensitas 250 mm yang tadinya berulang 100 tahun sekali, diprediksi akan muncul setiap kurang dari 20 tahun," kata Ardhasena.

Dia menjabarkan, dampak lain perubahan iklim yang tak kalah kritis adalah mencairnya tutupan es di Puncak Jaya, Papua, yang telah berkurang sekitar 98% sejak tahun 1988. Diperkirakan, tutupan es ini akan habis sepenuhnya pada akhir 2025 atau awal 2027.

"Selain itu, kenaikan permukaan laut di Indonesia mencapai laju 4,36 mm/tahun, yang mengancam wilayah pesisir dengan banjir rob dan abrasi," ujar Ardhasena.

"Melalui diskusi ini, BMKG mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan adaptasi terhadap variabilitas iklim guna menjaga keberlanjutan ekonomi dan kelestarian lingkungan di tengah tantangan pemanasan global yang terus berlanjut," pungkasnya.

Foto: Potret banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Tangkapan Layar Video Instagram/masinton)
Potret banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Tangkapan Layar Video Instagram/masinton)


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BMKG Pantau Bibit Siklon 97S, Indonesia Timur Waspada