MARKET DATA

KKP Sebut Faktor Hambatan Solusi Iklim Berbasis Laut

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
11 February 2026 16:44
Dok Kementerian Kelautan dan Perikanan
Foto: Dok Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut kebijakan yang belum terintergasi terkait laut dalam menghadapi  perubahan iklim menjadi salah satu tantangan. Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara mengatakan kesenjangan antara sains dan pembiayaan tentang kelautan dan penanganan iklim juga menjadi salah satu tantangan.

"Kami menyadari bahwa tantangan utama saat ini adalah fragmentasi kebijakan. Ditambah lagi dengan kesenjangan antara sains dan pembiayaan," ungkap Koswara dalam Ocean Climate Dialogue di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Oleh karena itu, dia mengatakan harus ada jembatan antara sains, kebijakan dan pembiayaan konkret.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hendra Yusran Siry mengatakan mengutamakan iklim dalam laut dan integrasi kebijakan masih menjadi tantangan dalam kontestasi perubahan iklim. Hendra juga mendorong keterlibatan lebih mendalam antara antara sains, kebijakan dan pembiayaan sebagai solusi perubahan iklim berbasis laut.

"Indonesia memiliki keuntungan geografis yang sangat penting, dengan garis pantai yang panjang, mangrove, dan juga padang lamun. Hal itu sudah menjadi modal dasar untuk kita bisa mengarusutamakan laut," ungkap dia.

Hendra juga menyebut ekosistem pesisir ini juga menjadikan Indonesia sebagai kontributor utama yang juga rentan dalam dampak perubahan iklim. Apalagi setidaknya ada 60 juta penduduk yang tinggal di garis pesisir pantai, yang rentan terhadap perubahan ini. 

"Oleh karena itu kita harus mendorong ekosistem karbon biru, namun ada tantangan yaitu mengoperasionalkan komitmen menjadi sesuatu yang praktik pengolahan pesisir yang secara terus-menerus dilakukan atau konsisten," jelas dia.

Oleh karena itu, Hendra sangat mendukung Ocean Climate Dialogue yang menjadi rangkaian Ocean Impact Summit (OIS) 2026 di Bali. Menurutnya, OIS 2026 menjadi panggung pemimpinan Indonesia dalam mendorong tata kelola karbon biru yang operasional, terintegrasi, dan berbasis bukti.

Sebagai informasi, Ocean Climate Dialogue 2026 merupakan rangakaian acara OIS 2026. Ocean Climate Dialogue 2026 menjadi bagian penting bagi OIS 2026 dengan target output yang strategis, seperti dukungan pelaksanaan perjalanan rakyat sumber daya laut nasional, integrasi karbon biru dalam rencana dan pembiayaan pembangunan. Serta pengembangan portofolio proyek kelautan yang siap mendukung investasi yang besar.

OIS 2026 akan digelar di Bali pada 8-9 Juli 2026 dengan Ocean Climate Dialogue 2026 yang memegang peran penting untuk menghadirkan rumusan yang strategis, seperti dukungan pelaksanaan perjalanan rakyat sumber daya laut nasional, integrasi karbon biru dalam rencana dan pembiayaan pembangunan. Serta pengembangan portofolio proyek kelautan yang siap mendukung investasi yang besar.

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Trump Sebut Perubahan Iklim Penipuan, Xi Jinping Bilang Begini!


Most Popular
Features