Pengusaha Hotel Dibuat Bingung, Bilang PHK Masih Terjadi-Pasar Turun

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 16:35 WIB
Foto: Ilustrasi hotel (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha hotel buka suara soal data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sektor akomodasi menjadi yang paling banyak menyerap tenaga kerja di tahun 2025 lalu. 

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, industri perhotelan di 2025 masih menghadapi tantangan berat. Bahkan, banyak hotel yang terpaksa mengurangi pekerjanya.

"Sekarang justru mereka sedang mengurangi tenaga kerja karena marketnya hilang. Itu saya bingung datanya gimana gitu. Karena faktanya, kondisi industri perhotelan di 2025 masih sangat berat," kata Maulana saat dihubungi CNBC Indonesia, dikutip Rabu (11/2/2026).


Ia menambahkan saat ini, perhotelan tidak menyerap pekerja harian karena pasar perhotelan sedang lesu.

"Kalau pengurangan tenaga kerja, pada umumnya akomodasi tidak menyerap pekerja harian, karena saat ini marketnya sedang turun," jelasnya.

Maulana menjelaskan, industri hotel di Indonesia pada 2025 masih cukup berat, di mana rata-rata okupansi hotel masih di bawah 80%, yang menandakan sektor hotel masih belum membaik.

Ia menambahkan, okupansi hotel Indonesia mengalami penurunan hingga 3,2% sepanjang 2025.

"Jadi, okupansi hotel yang cukup baik hanya terjadi di Januari 2025, yang bisa melebihi okupansi 2024, setelah itu dari Februari hingga Desember, datanya menurun," ujarnya.

Sebelumnya, BPS dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025. Pengangguran yang tercatat pada periode itu sebanyak 7,45 juta orang, turun dibanding catatan Agustus 2025 sebanyak 7,46 juta orang.

Seiring dengan itu, sejumlah lapangan usaha ternyata jor-joran menyerap tenaga kerja pada periode akhir tahun lalu. Tercermin dari jumlah penduduk bekerja yang menjadi sebanyak 147,91 juta orang, atau naik 1,37 juta orang dari catatan Agustus 2025.

"Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik serta gas," kata Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti saat konferensi pers, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan tingkat penambahan tertinggi, lapangan usaha akomodasi dan makanan minuman menjadi yang terbanyak menyerap tenaga kerja pada November 2025 dibanding Agustus 2025. Penambahannya sebesar 381 ribu orang.

Diikuti oleh sektor industri pengolahan sebanyak 196 ribu orang, perdagangan 168 ribu orang, serta pertanian 161 ribu orang. Sektor treatment air, sampah, dan daur ulang tercatat mengalami penambahan tenaga kerja sebanyak 94 ribu orang, dan konstruksi 93 ribu orang.

Setelahnya ialah sektor administrasi pemerintahan yang mengalami penambahan pekerja sebanyak 82 ribu orang dalam catatan Agustus 2025-November 2025. Lalu, pendidikan bertambah 68 ribu orang pekerja, pertambangan 66 ribu orang, serta aktivitas keuangan dan asuransi 61 ribu orang. 


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jumlah PHK Sepanjang 2025 Naik 10 Ribu Menjadi 88.519 Orang