Muncul Fenomena Pensiunan Eropa-Amerika Pilih Pindah ke Asia, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan tren properti global mulai menunjukkan arah baru yang tidak lagi bertumpu pada pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran. Perubahan teknologi, digitalisasi, hingga pergeseran gaya hidup membuat investor kini melirik jenis aset yang sebelumnya dianggap niche, namun kini justru menjadi primadona.
Head of Research & Consultancy CBRE Anton Sitorus menjelaskan bahwa dunia properti tengah memasuki fase yang kerap disebut sebagai New Economy.
"New Economy in property sector itu adalah sektor-sektor yang berkembang sesuai dengan kondisi zaman dan ekonomi yang berkembang sekarang ini. As opposed to Old Economy. Old Economy itu seperti perumahan, gedung kantor, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, itu yang boleh dibilang sebagai Old Economy," ujar Anton dalam konferensi pers CBRE Rabu (11/2/206).
Perubahan arah investasi ini tidak lepas dari transformasi ekonomi global yang semakin terdigitalisasi. Ketika model bisnis konvensional bergeser, kebutuhan ruang dan fungsi properti ikut berubah. Hal ini kemudian melahirkan kelas aset baru yang sebelumnya jarang diperhitungkan dalam portofolio investasi besar.
Foto: Wisatawan mancanegara beraktivitas di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (25/5/2024). Pantai Kuta masih menjadi primadona wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Wisatawan mancanegara beraktivitas di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (25/5/2024). Pantai Kuta masih menjadi primadona wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) |
"Contohnya yang terkait dengan healthcare, data center, penyimpanan barang yang semakin canggih, logistik modern, lalu ada juga living sector," katanya.
Salah satu subsektor yang paling menarik perhatian adalah hunian berbasis usia lanjut. Fenomena ini terlihat jelas di negara-negara Barat, di mana banyak lansia memilih hidup mandiri ketimbang tinggal bersama keluarga. Perubahan preferensi tersebut kemudian memicu munculnya konsep senior living dan retirement village.
"Seiring dunia makin tua, aging population, berkembang tuh yang namanya senior living. Orang-orang tua sekarang sudah mulai enggak mau lagi tinggal sama keluarganya. Mereka pengin hidup sendiri," jelas Anton.
Asia pun menjadi magnet baru bagi para pensiunan dari Eropa, Amerika, hingga Australia. Faktor iklim yang lebih hangat, biaya hidup yang relatif lebih terjangkau, serta fasilitas kesehatan yang semakin baik membuat kawasan ini dilirik sebagai destinasi masa tua.
"Mereka pengin cari tempat yang hangat gitu kan makanya muncullah tren apa retirement village, senior living di mana orang-orang barat itu mencari tempat di negara-negara Asia yang lebih hangat. Jadi orang-orang Eropa, orang Amerika yang pensiunan itu bahkan orang Australia mencari tempat di Asia, di mana tempat tinggal mereka itu dinamain ada senior living, retirement village," kata Anton.
(fys/wur)[Gambas:Video CNBC]
Foto: Wisatawan mancanegara beraktivitas di Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (25/5/2024). Pantai Kuta masih menjadi primadona wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)