MARKET DATA
Internasional

Pilu, Serangan Terbaru Rusia di Ukraina Tewaskan Ibu & Anak 11 Tahun

tfa,  CNBC Indonesia
11 February 2026 15:00
Tentara Rusia Bom Zaporizhzhia, 13 Orang Tewas. Tentara Rusia menyerang Zaporizhzhia dengan dua serangan udara menggunakan bom berpemandu pada Rabu (8/1/2025) pukul 16.00 waktu setempat. (Zaporizhzhia regional military administration via AP)
Foto: Serangan Rusia ke Ukraina (Zaporizhzhia regional military administration via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Rusia di kota Sloviansk, Ukraina timur, menewaskan seorang gadis berusia 11 tahun dan ibunya. Serangan tersebut juga melukai sedikitnya 16 warga sipil, termasuk seorang anak berusia tujuh tahun, menurut otoritas wilayah Donetsk, Selasa waktu setempat.

"Korban tewas adalah seorang gadis berusia 11 tahun dan ibunya. Di antara yang terluka terdapat seorang gadis berusia tujuh tahun," tulis Pejabat regional Donetsk, Vadym Filashkin, melalui media sosial, seperti dikutip AFP, Rabu (11/2/2026).

Jaksa wilayah Donetsk menyatakan jumlah korban luka di Sloviansk terus bertambah. Pihaknya mencatat sedikitnya 16 orang mengalami luka akibat serangan tersebut, seraya merilis foto-foto rumah warga yang rusak parah.

Wali Kota Sloviansk, Vadym Lyakh, mengungkapkan Rusia menyerang kota itu menggunakan bom luncur sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Salah satu serangan menghantam rumah pribadi.

Sloviansk merupakan kota strategis di wilayah Donetsk yang sempat dikuasai kelompok separatis pada 2014 dan memiliki populasi sekitar 100.000 jiwa sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Saat ini, pasukan Rusia dilaporkan berada sekitar 15 kilometer dari kota tersebut.

Di sisi lain, konflik juga memanas di wilayah selatan. Di Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, serangan Ukraina menewaskan lima orang dan melukai sembilan lainnya, menghantam sebuah acara pemakaman di desa Skelky dan menewaskan seorang pendeta.

Sementara itu, di wilayah Belgorod, Rusia, seorang pria dilaporkan tewas akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina. Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, mengatakan korban tengah mengemudikan truk di sebuah desa perbatasan saat serangan terjadi.

Perang Rusia-Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda mereda meski Amerika Serikat dan sekutunya mendorong solusi diplomatik. Konflik ini disebut sebagai yang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret Putin Ngamuk di Kyiv, Kota Gelap Gulita-Situasi Mencekam


Most Popular
Features