Jadi Bahan Sorotan Moody's dan S&P, Juda Agung: Defisit 3% Harga Mati
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan komitmen pemerintah untuk terus menjaga defisit APBN di bawah batas 3% terhadap PDB. Sebagai informasi, defisit APBN pada akhir 2025 lalu melebar dari target 2,53% menjadi 2,92% terhadap PDB (Rp695,1 triliun).
Hal ini pun menjadi sorotan lembaga pemeringkat seperti Moody's dan S&P. Juda menegaskan pemerintah tidak akan melanggar batasan defisit fiskal tersebut.
"Oh iya ya, kami jaga 3% itu harga mati lah," tegasnya seusai acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, dari sisi rasio utang, dia juga memastikan komitmen pemerintah untuk menjaga rasio utang di level 40% terhadap PDB. Pemerintah tidak akan membiarkan rasio ini meningkat di atas kisaran 40%.
"Di undang-undang kan 60%, tetapi kami akan jaga sekitar 40%," tegasnya.
Pada akhir 2025 lalu, seperti diketahui, rasio utang pemerintah mencapai 40,08% terhadap PDB yakni Rp9.549,46 triliun. Perkara inilah yang juga menjadi penilaian lembaga pemeringkat.
(haa/haa)[Gambas:Video CNBC]