Bos CT Corp Ungkap Dedolarisasi Tengah Terjadi di Dunia: Ulah Trump

teti purwanti, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 10:16 WIB
Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri CT Corp Chairul Tanjung mengungkapkan alasan penyebab nilai tukar dolar terus mengalami pelemahan beberapa waktu terakhir. Penyebabnya, memang didesain oleh Presiden AS Donald Trump untuk efisiensi ekonomi supaya lebih kompetitif.

Pada awal tahun ini, indeks dolar alias DXY bahkan melemah 0,85% dan ditutup di level 96,217 pada perdagangan Selasa (27/1/2026), berdasarkan data Refinitiv. Penurunan tersebut menjadi koreksi harian terdalam sejak April 2025, sekaligus membawa DXY ke posisi terlemah hampir empat tahun atau sejak Februari 2022.

"Ini yang dilakukan Trump dan sudah terjadi dedolarisasi, cadangan devisa di beberapa negara cenderung turun," kata pria yang akrab disapa CT dalam agenda CNBC Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).


CT mengatakan, langkah ini dilakukan Trump karena pertumbuhan perdagangan AS dibanding China terus tertinggal. Akibatnya ia meramu kebijakan dedolarisasi itu dengan perang tarif dagang alias Trade War.

Di sisi lain, akibat terus turunnya nilai dolar yang kerap disebut safe haven itu, banyak pemegangnya yang turut mengalihkan dalam bentuk emas atau mata uang lain.

"Ini juga jawaban emas dan perak naik, karena dolar dulu untuk menyimpan kekayaan, sekarang khawatir terhadap perkembangan dolar ke depan, ini menjawab emas mengapa naik signifikan," paparnya.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video:BKPM: RI Bisa Jadi Pemain Utama Rantai Pasok Emas Bukan Penonton