Ada di RI, 'Harta Karun' Logam Tanah Jarang Berasal dari 3 Sumber Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Industri Mineral (BIM) mengungkapkan bahwa potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Indonesia berasal dari tiga klasifikasi sumber daya yang berbeda. Ketiganya mulai dari sumber alam murni hingga sisa hasil pengolahan industri dan daur ulang barang elektronik.
Kepala BIM Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pemetaan sumber daya ini penting untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari mineral tersebut. Rincinya, ketiga jenis sumber LTJ tersebut meliputi sumber primer, sekunder, dan tersier yang ketersediaannya cukup signifikan di dalam negeri.
"Yang pertama adalah Sumber Primer. Ini yang paling banyak dicari dan paling memiliki nilai sangat besar. Mulai dari Laterit dan Ion Adsorption Clay atau IAC," kata Brian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Khusus sumber primer, Indonesia memiliki potensi yang sangat menjanjikan di beberapa wilayah yang telah dipetakan. Menurutnya, kekayaan alam dari sumber primer tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.
"Kemudian yang kedua adalah Sumber Sekunder, adalah sumber LTJ yang berasal dari berbagai produk ikutan atau by-products. Nah ini merupakan sisa hasil produksi dari kegiatan pertambangan maupun kegiatan hilirisasi yang sudah berjalan," jelasnya.
Potensi sumber sekunder tersebut ditemukan dalam residu dan tailing dari berbagai industri pertambangan yang sudah beroperasi di Indonesia. Brian menyebutkan kandungan LTJ terdapat pada sisa pengolahan industri timah, bauksit, nikel, hingga Fly Ash Bottom Ash (FABA).
"Dan yang ketiga ini yang Sumber Tersier, itu adalah sumber yang berasal dari produk-produk teknologi yang kita tahu misalnya handphone, laptop dan sebagainya. Yang jumlahnya di Indonesia sangat besar karena penduduk kita sangat besar," tutupnya.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]