Purbaya Beberkan Pemicu Protes Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 09/02/2026 10:46 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebijakan penonaktifan sejumlah penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) menimbulkan kericuhan karena jumlah masyarakat yang dikeluarkan dari program ini mencapai 11 juta orang.

"Saya di kemenkeu mencoba menganalisa kenapa sebelumnya tidak ada keributan tiba-tiba ada keributan jumlah penghapus dan penggantian PBI-JK dihapus itu feb 2026 naiknya mencapai 11 juta orang hampir 10% dari total sebelumnya 7.111 atau di bawah 1 juta," kata Purbaya dalam rapat dengan ketua komisi DPR RI, Senin (9/2/2026).


"Jadi ini yang menimbulkan keributan di Februari karena sebagian besar orang terpengaruh dan mereka tidak tahu begitu 10 yang sakit hampir semuanya kena," paparnya.

Purbaya pun menyarankan agar kebijakan ini bisa diperhalus dengan menyicil nonaktivasi peserta atau penerima PBI-JKN yang dinyatakan tidak berhak menerima bantuan. Hal ini guna mengurangi efek kejut di masyarakat.

"Di smoothing sedikit tapi jangan menimbulkan kejutan," katanya.

Selama ini, menurut Purbaya, program ini berjalan efektif tanpa adanya keributan signifikan. Dia berharap keributan ini bisa diredam karena Purbaya mengaku menyalurkan uang yang sama setiap tahunnya.

"Karena uang yang saya keluarkan sama, kenapa keributannya beda?" tegasnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Purbaya Bikin Mesin AI Canggih - India Jadi Tujuan Raksasa Teknologi