MARKET DATA

Seskab Teddy Beberkan Hasil Pertemuan Prabowo-Eks Menlu, Tegaskan Ini

sef,  CNBC Indonesia
04 February 2026 22:41
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI dalam rangka berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Merdeka, pada Rabu, 4 Februari 2026.(Instagram/Sekretariat.kabinet)
Foto: Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI dalam rangka berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia, di Istana Merdeka, pada Rabu, 4 Februari 2026.(Instagram/Sekretariat.kabinet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (TIW) menjelaskan hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Wakil Menlu, termasuk akademisi di bidang hubungan internasional serta pimpinan Komisi I DPR RI, Rabu (4/2/2026) siang di Istana Negara.

Menurutnya, pertemuan itu dilakukan dalam rangka berdiskusi, mengenai situasi politik luar negeri Indonesia.

Diungkapkannya bagaimana Prabowo menyampaikan beberapa penjelasan tentang situasi yang terjadi, sekaligus mendengarkan masukan serta menjawab beberapa pertanyaan dari para tokoh yang hadir.

Setidaknya ada dua inti dari pertemuan tersebut, mulai dari inti diplomasi luar negeri RI yang selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia serta penjelasan detail keanggotaan RI di Board of Peace (Dewan Perdamaian), yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Berikut unggahan lengkapnya dikutip dari media sosial Instagram @sekretariat.kabinet:

"Inti dari pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Presiden menjelaskan bahwa setiap diplomasi luar negeri yang beliau lakukan, selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal penting yang telah dicapai dalam 1 tahun terakhir ini:

a. Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, di antaranya Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia.
b. Penetapan tarif dagang 0% di 27 negara Uni Eropa.
c. Kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi di mana Indonesia akan mempunyai fasilitas sendiri, khusus bagi jemaah haji Indonesia.
d. Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pascapenandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan.
e. Dan berbagai hasil konkret lainnya.

2. Mengenai Board of Peace:

a. Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan.
b. Mengenai biaya USD 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib.
- Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan.
- Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar.
c. Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi

- TIW -"

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Reshuffle 5 Menteri Kabinet Merah Putih, Lantik 1 Menteri Baru


Most Popular
Features