Daftar Jalan-Jembatan Dikebut di 2025, Ada Tol Sepanjang 27,9 Km

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 04/02/2026 20:40 WIB
Foto: Proyek Tol Lingkar Pekanbaru. (Dok. Hutama Karya Infrastruktur (HKI))

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp46,34 triliun pada 2025 untuk Direktorat Jenderal Bina Marga. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan baru, peningkatan kapasitas, hingga preservasi infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan baru tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah tahun ini. "Jalan baru yang terbangun mencapai 113 kilometer," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (4/2/2026).


Selain pembangunan jalan baru, pemerintah juga mengarahkan anggaran untuk peningkatan kapasitas dan pemeliharaan jalan existing. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga konektivitas antarwilayah, terutama di jalur logistik utama yang menjadi penopang distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Di sektor jembatan, pembangunan infrastruktur penyeberangan juga berjalan seiring dengan penguatan struktur jembatan lama. Pemerintah tidak hanya membangun jembatan baru, tetapi juga melakukan duplikasi dan preservasi untuk menjaga standar keamanan dan kelayakan konstruksi. Lembangunan jembatan dilakukan dalam berbagai skala.

"Pembangunan jembatan mencapai 2,5 kilometer, duplikasi jembatan 3,3 kilometer, serta preservasi jembatan 106 meter," kata Dody.

Tak hanya jembatan permanen, pemerintah juga memperluas akses di wilayah terpencil melalui pembangunan jembatan gantung. Infrastruktur ini dinilai krusial bagi daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi darat, terutama di kawasan perbukitan dan pedalaman.

Pekerjaan infrastruktur perkotaan turut menjadi perhatian melalui pembangunan flyover dan underpass untuk mengurai kemacetan. Proyek ini difokuskan di titik-titik lalu lintas padat yang selama ini menjadi simpul kepadatan kendaraan. Selain itu, proyek tol juga ikut digarap.

"Panjang jalan tol yang terbangun pada 2025 mencapai 27,9 kilometer," ucapnya.

Selain pembangunan fisik baru, porsi besar anggaran juga diarahkan untuk preservasi rutin jaringan jalan dan jembatan nasional yang panjangnya mencapai puluhan ribu kilometer. Upaya ini dilakukan agar kualitas jalan tetap terjaga dan tidak menimbulkan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

Di luar proyek reguler, pemerintah juga melaksanakan sejumlah program berbasis instruksi presiden. Salah satunya melalui Inpres Nomor 11 Tahun 2025 mengenai jalan daerah yang mencakup pembangunan dan preservasi jalan sepanjang 1.201 kilometer serta jembatan 234 meter.

"Serta pelaksanaan Inpres nomor 14 tahun 2025 terkait pembangunan di daerah Papua Selatan dengan pembukaan jalan dan jembatan sepanjang 58 kilometer dengan target total 138,5 kilometer," kata Dody.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kementerian PU dan Hutama Karya Pulihkan Infrastruktur Sumbar