Internasional

11 Fakta Epstein Files Terbaru: Trump, Mossad, dan Kain Kiswah Ka'bah

sef, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 22:00 WIB
Foto: Bukti foto yang dirilis Departemen Kehakiman AS menunjukkan mantan presiden Bill Clinton hingga Michael Jackson bagian dari social circle penjahat seks Jeffrey Epstein. (via REUTERS/U.S. Justice Department)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jutaan berkas baru terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), akhir pekan kemarin. Ini adalah jumlah dokumen terbesar yang dibagikan oleh pemerintah Paman Sam, sejak undang-undang mewajibkan perilisannya tahun lalu.

Dilaporkan BBC International, ada 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video yang dipublikasikan. Perilisan ini terjadi 6 minggu setelah departemen tersebut melewati tenggat waktu yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, yang mewajibkan semua dokumen terkait Epstein untuk dibagikan kepada publik.

"Perilisan hari ini menandai akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika dan kepatuhan," kata Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, dikutip Senin (2/2/2026).


Banyak email dan dokumen tersebut berasal dari lebih dari satu dekade yang lalu. Banyak tokoh ternama disebut, mulai dari Trump sendiri, sejumlah petinggi negara, pengusaha, bahkan Mossad Israel dan kiswah, kain penutup Ka'bah.

Perlu diketahui, Epstein dihukum di 2008 karena meminta hubungan seks dari seorang gadis berusia 14 tahun. Epstein sendiri telah meninggal pada Agustus 2019 saat berada di penjara dengan cara bunuh diri, meski masih menjadi misteri.

Lalu apa saja faktanya? Berikut beberapa di antaranya yang disebut dalam Epstein file terbaru.

1. Epstein & Pangeran Inggris Bertemu Wanita Rusia

Dalam dokumen tersebut terungkap bagaimana Epstein mengundang seorang Pangeran Inggris (The Duke) untuk bertemu dengan wanita Rusia. The Duke sendiri diyakini sebagai Andrew Mountbatten Windsor, adik Raja Charles III.

Dokumen tersebut mengungkap hubungan sangat dekat mantan pemodal itu dengan kalangan elit Inggris. Dalam dokumen yang diperlihatkan keduanya membahas makan malam di Istana Buckingham, di mana terdapat "banyak privasi".

Email-email tersebut berlangsung sekitar Agustus 2010, dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas perbuatan merayu anak di bawah umur. Dalam rilis berkas terbaru itu, terdapat juga foto yang tampaknya menunjukkan Andrew berlutut dengan keempat anggota tubuhnya di atas seorang wanita yang terbaring di tanah.

Bukan hanya Andrew, beberapa email diyakini juga terakit korespondensi antara Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew. Satu email tertanggal 4 April 2009, ditandatangani "Salam, Sarah, Si Rambut Merah.!!".

Email tersebut menyatakan bahwa ia akan berada di Palm Beach dan ingin minum teh. Email tersebut kemudian membahas ide-ide untuk perusahaan Ferguson, Mother's Army, di mana mantan Duchess of York itu menyebut Epstein sebagai "Sahabatku yang luar biasa dan istimewa, Jeffrey", "legenda" dan "Aku sangat bangga padamu".

2. Epstein Bertemu Miliuner Richard Branson, Sebut-Sebut Harem

Dalam file terbaru, terdapat pula nama pendiri Virgin Group asal Inggris, Richard Branson, disebut dalam berkas tersebut. Dalam pertukaran email dari tahun 2013, Branson tampaknya mengatakan kepada Epstein bahwa "sangat menyenangkan" bertemu dengannya".

"Kapan pun Anda berada di daerah ini, saya ingin bertemu Anda. Asalkan Anda membawa harem Anda!" tulisnya.

Sebenarnya, Virgin Group mengklarifikasi bahwa "harem" merujuk pada tiga anggota dewasa dari tim Epstein. Perusahaan mengatakan kontak apa pun yang dilakukan Richard Branson dengan Epstein hanya terjadi hanya beberapa kali dari dua belas tahun yang lalu, dan terbatas pada pengaturan kelompok atau bisnis, seperti acara tenis amal.

3. Epstein Bayar Eks Dubes Inggris Rp 1,2 M

Dalam dokumen tersebut diketahui bagaimana Epstein membayar uang ke rekening yang terkait dengan Peter Mandelson. Ia adalah anggota Partai Buruh Inggris, yang juga dikenal sebagai Lord Mandelson, dan sempat menjabat sebagai Dubes AS tahun 2003-2004.

Epstein melakukan pembayaran sebesar US$75.000 (sekitar Rp 1,2 miliar) ke rekening yang terhubung dengan Mandelson. Ini terjadi antara tahun 2003 dan 2004.

"Epstein tampaknya telah mengirimkan tiga pembayaran terpisah sebesar US$25.000 dengan menyebutkan nama Lord Mandelson," tulis BBC International.

4. Epstein Menyebut Trump Ratusan Kali

Trump disebut ratusan kali dalam berkas yang baru dirilis soal Epstein. Namun saat diklarifikasi, Trump mengakui memiliki hubungan pertemanan dengan Epstein, meski ia mengatakan hubungan itu memburuk bertahun-tahun yang lalu dan telah membantah mengetahui kejahatan seksualnya.

Di antara dokumen-dokumen baru tersebut terdapat daftar yang disusun oleh FBI tahun lalu tentang tuduhan yang diajukan terhadap Trump oleh penelepon ke saluran informasi, Pusat Operasi Ancaman Nasional AS. Banyak dari tuduhan ini tampaknya didasarkan pada informasi yang tidak terverifikasi yang diterima oleh lembaga tersebut dan dibuat tanpa bukti pendukung.

"Beberapa dokumen berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan kepada FBI tepat sebelum pemilihan 2020," kata DOJ.

"Agar jelas, klaim tersebut tidak berdasar dan salah, dan jika memiliki sedikit kredibilitas, klaim tersebut pasti sudah digunakan sebagai senjata melawan Presiden Trump," tambahnya.

Perlu diketahui, sutradara film dokumenter baru tentang Ibu Negara AS, Melania Trump, juga muncul dalam dokumen Epstein. Dalam sebuah foto, Brett Ratner, terlihat sedang memeluk seorang wanita muda.

Ia sebelumnya menyutradarai film Rush Hour dan X-Men: The Last Stand. Ia terlihat duduk di sofa di samping Epstein dan dua wanita yang identitasnya telah disamarkan.

Halaman 2>>> Elon Musk 'Pesta Terliar' sampai 'Penyakit Menular' Bill Gates


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Umumkan Bos Baru The Fed Pengganti Powell Jumat Ini

Pages