Inovasi Pemenang BTN Housingpreneur Siap Dukung Sektor Perumahan

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 16:48 WIB
Foto: Dok BTN

Jakarta, CNBC Indonesia - lnovasi unik yang diciptakan pemenang kompetisi BTN Housingpreneur 2025 untuk memecahkan masalah di sektor perumahan diyakini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Mengingat, para pemenang yang mayoritas adalah generasi muda mengungkapkan harapan mereka untuk dapat berkolaborasi dengan para pelaku ekosistem perumahan nasional sehingga ide-ide mereka dapat terealisasikan.

Hal itu ditegaskan oleh para Juara 1 dari berbagai kategori lomba dan kelompok setelah menerima penghargaan dan hadiah yang diserahkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada Sabtu, 31 Januari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Salah satu pemenang dari kalangan mahasiswa, Ali Sulas Hidayat, bersama timnya dari Palembang mengikuti lomba Business Ideation untuk kategori Housing Related Innovation.

Inovasi besutan Ali dinamakan GeofloodAI berupa aplikasi berbasis machine learning yang dapat menganalisis risiko banjir di suatu wilayah sehingga keputusan untuk membangun ataupun membeli properti dapat dilakukan dengan lebih cerdas dan aman.


"Inovasi ini menyelesaikan masalah yang sering terlewat di sektor properti, terutama untuk konsumen ritel dan developer. Untuk konsumen ritel, biasanya sulit menentukan apakah lokasi perumahan untuk rumah yang akan mereka beli itu banjir atau tidak. Jadi biasanya kita hanya bisa tanya kanan-kiri, cek berita, tapi informasi yang didapat belum tentu valid juga," ujar Ali, dikutip Senin (2/2/2026).

Pada dasarnya, ide aplikasi ini merupakan tesis S2 Ali yang kemudian  diuji coba di lapangan melalui user testing terhadap sekitar 50 pengguna aplikasi yang ingin mengetahui apakah wilayah tertentu rawan banjir atau tidak. Tujuannya, agar ide uniknya itu tidak tenggelam di paper akademik saja, namun bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Tim GeofloodAI membangun analytics tool untuk mendeteksi banjir dengan menggunakan modeling secara matematis dan riset berdasarkan jurnal saintifik. Dengan bantuan machine learning, Ali dan timnya melakukan crowdsourcing data yang dikalkulasikan dari berbagai sumber, baik data hidrologi maupun data geospasial.

"Jadi ketika user membuka aplikasi, user dapat melakukan tag lokasi untuk mengetahui apakah wilayah tersebut rawan banjir atau tidak, dan akan muncul scoring-nya," terang Ali.

Di samping itu, Ali mengaku idenya tersebut sangat diapresiasi lantaran di Indonesia tidak banyak kompetisi inovasi seperti BTN Housingpreneur. Alhasil, akibat jarangnya kompetisi seperti ini, para inovator muda di Indonesia yang sebetulnya cukup banyak, menjadi patah semangat dan ide-idenya tenggelam. Padahal, ujarnya, ide-ide para inovator Indonesia tidak kalah dengan negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Harapan saya ke depannya adalah bisa berkolaborasi dengan pelaku industri perumahan agar mereka tidak salah memutuskan ketika membangun proyek. Sebab ketika banjir menjadi masalah, uang yang sudah diinvestasikan bisa tenggelam dan proyeknya menganggur, reputasi juga bisa menjadi jelek dan konsumen juga rugi banyak," jelasnya.

Inovator muda yang berpartisipasi di BTN Housingpreneur 2025 bukan hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki usaha yang mendukung sektor perumahan. Sebagai contoh Zamzam Multazam dari PT Inovasi Tangguh Bencana yang memiliki produk coating bernama Proteka untuk menurunkan risiko kerusakan pada bangunan akibat gempa bumi.

"Kami mencoba menghadirkan produk yang mudah diaplikasikan, bentuknya coating seperti cat biasa. Kalau kita aplikasikan ke dinding, itu bisa meningkatkan kapasitas meredam gempanya," ujar Zamzam setelah menerima trofi juara 1.

Zamzam berharap, melalui BTN Housingpreneur, inovasinya dapat menjadi solusi retrofitting atau perkuatan bangunan bagi para pelaku bisnis perumahan di Indonesia yang notabene berada di Ring of Fire yang rawan bencana gempa bumi.

Developer yang telah memiliki proyek perumahan juga berpartisipasi dalam BTN Housingpreneur 2025 untuk menawarkan solusi hunian yang terjangkau dan juga ramah lingkungan. Halbert Kurniadi, General Manager PT Infiniti Triniti Jaya menyebutkan, proyek perumahan yang dibangun perusahaannya, yakni Perumahan Mulia Gading Kencana di Jakarta berhasil meraih gelar juara 1 untuk kategori Affordable House Development di kalangan established business.

Selain membangun rumah bersubsidi dengan kualitas material atau bahan bangunan yang baik karena disuplai langsung oleh pabrik-pabrik yang bekerja sama dengan perusahaan, Mulia Gading Kencana menawarkan konsep perumahan subsidi yang berkelanjutan.

"Kita mendapatkan sertifikat bangunan gedung hijau. Ini yang pertama di Indonesia untuk perumahan subsidi. Sanitasi juga sudah menggunakan septic tank fiber. Artinya, rumah yang kami bangun adalah rumah yang nyaman, ramah lingkungan, bersirkulasi udara yang baik dan sanitasi yang baik. Semoga perumahan Mulia Gading Kencana dapat menjadi suatu percontohan bagi perumahan subsidi lain," ujar Halbert.

Sementara itu, Ryan Maurice Tallulah, salah satu anggota Dewan Juri BTN Housingpreneur 2025 dan adalah founder BARDI Smart Home, melihat bahwa partisipasi established business selain mahasiswa dan umum sebetulnya menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap kompetisi ini karena peran strategis BTN yang telah diakui sebagai bank utama yang selama ini turut mengembangkan ekosistem perumahan nasional.

"Para established business masuk ke kompetisi ini dan berharap bisa menang, namun bukan untuk meraih hadiah ratusan juta rupiah, tetapi mereka berharap masuk ke dalam ekosistem BTN dan bisa mendapatkan orderan dari developer-developer yang sudah kerja sama bertahun-tahun dengan BTN," ujar Ryan.

Sebagai informasi, kompetisi BTN Housingpreneur 2025 dimulai pada 25 Oktober 2025 dan diakhiri melalui gelaran BTN Expo 2026 yang diadakan di JICC.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK Minta Investor Tetap Tenang Hadapi Pelemahan IHSG