Produksi Jagung RI Naik 6,74% Jadi 16,16 Juta Ton, Nasib 2026 Gimana?
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% (JPK KA 14%) sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 1,02 juta ton atau 6,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kenaikan produksi jagung tersebut ditopang oleh luas panen yang lebih besar sepanjang 2025, seiring juga kondisi luas tanam jagung yang relatif lebih baik.
Meski secara bulanan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% (JPK KA 14%) pada Desember 2025 tercatat 1,04 juta ton, lebih rendah dibandingkan Desember 2024 sebesar 1,08 juta ton, akumulasi produksi sepanjang tahun tetap mencatatkan kenaikan. Kondisi ini sejalan dengan kinerja luas panen jagung pipilan nasional selama 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, menyampaikan luas panen jagung pipilan pada Desember 2025 mencapai 0,16 juta hektare, lebih tinggi dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 0,15 juta hektare.
"Luas panen jagung pipilan pada Desember tahun 2025 mencapai 0,16 juta hektare. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Desember 2024 yang luasnya 0,15 juta hektare," ujar Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).
Secara kumulatif, luas panen jagung pipilan sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 2,71 juta hektare, meningkat 0,16 juta hektare atau 6,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Dengan demikian, total luas panen jagung pipilan sepanjang Januari sampai dengan Desember di tahun 2025 mencapai 2,71 juta hektare atau mengalami peningkatan sebesar 6,35 persen," jelasnya.
BPS menilai, peningkatan luas panen tersebut tidak terlepas dari luas tanam jagung yang relatif terjaga sepanjang 2025. Hal ini tercermin dari hasil pengamatan KSA jagung yang menunjukkan masih tersedianya area tanaman jagung yang siap dan akan dipanen, sehingga menopang produksi tahunan.
Prediksi Produksi Jagung Januari-Maret 2026
Terkait periode awal 2026, BPS mencatat potensi luas panen jagung pipilan Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare, meningkat 2,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Untuk potensi luas panen jagung pipilan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare," kata Ateng.
Ia menegaskan, angka potensi tersebut mencakup seluruh tanaman jagung yang akan dipanen.
"Sebagai bahan catatan, potensi luas panen ini sudah termasuk tanaman jagung yang akan dipanen, baik yang dipanen muda, untuk hijauan maupun pakan ternak, itu sudah mencakup semuanya," ujarnya.
Namun demikian, BPS mengingatkan angka potensi masih dapat berubah mengikuti kondisi lapangan.
"Angka potensi ini dapat berubah tergantung dengan kondisi terkini dari hasil amatannya, misalnya pada saat ada serangan hama dan lain sebagainya," jelas Ateng.
Sejalan dengan gambaran luas panen tersebut, BPS juga memproyeksikan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% (JPK KA 14%) pada Januari-Maret 2026 sebesar 4,94 juta ton, meningkat 0,20 juta ton atau 4,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan sebesar 4,94 juta ton," pungkasnya.
(dce)