Dunia Gonjang-ganjing, Toyota Tak Terbendung! Cetak Rekor Ekspor Mobil

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 12:50 WIB
Foto: PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meluncurkan ekspor perdana Toyota Innova Zenix berbasis kendaraan listrik hybrid. (CNBC Indonesia/Suhendra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja ekspor kendaraan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sepanjang 2025 mencetak rekor baru bagi industri otomotif nasional. Produsen asal Jepang tersebut membukukan pengapalan kendaraan utuh atau completely built up (CBU) sebanyak 298.457 unit ke berbagai negara tujuan, angka yang hanya terpaut tipis dari target 300 ribu unit yang dipasang perusahaan pada awal tahun.

Capaian tersebut menempatkan Toyota sebagai kontributor terbesar dalam struktur ekspor mobil Indonesia dengan porsi sekitar 58% dari total pengiriman nasional. Volume tersebut sekaligus menandai rekor tertinggi TMMIN sejak mulai aktif mengekspor kendaraan dari Indonesia puluhan tahun lalu, di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengakui realisasi ekspor memang sedikit meleset dari target awal, namun tetap menjadi pencapaian yang besar bagi perusahaan.


"Target kita kan 300.000 unit, realisasinya sedikit peleset, 298.457 unit. Ini tetap menjadi pencapaian yang baik, dengan kontribusi sekitar 58 persen terhadap total ekspor nasional," ujarnya dalam gelaran Toyota New Year Media Gathering 2026 di Jakarta, dikutip Senin (2/2/2026).

Dinamika geopolitik dan tekanan ekonomi di sejumlah kawasan sempat memengaruhi ritme perdagangan otomotif global sepanjang tahun lalu. Meski begitu, Toyota memilih mempertahankan arah ekspor pada 2026 dengan pendekatan yang lebih realistis.

"Awal tahun saja sudah banyak yang mengagetkan, dari sisi geopolitik dan keseimbangan ekonomi dunia. Soal Venezuela, Greenland, Iran, banyak yang mengagetkan. Ini menjadi tantangan, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga secara global," kata dia.

Di tengah ketidakpastian tersebut, perusahaan mulai menggeser fokus penetrasi pasar ke negara-negara berkembang yang dinilai masih menyimpan potensi pertumbuhan mobilitas tinggi.

"Kami akan fokus mengembangkan segmen-segmen yang berpotensi di negara global south. Negara-negara ini akan berkembang, dan kebutuhan mobilitasnya juga akan terus meningkat," ujarnya.

Secara geografis, kawasan Asia dan Timur Tengah masih menjadi destinasi utama kendaraan produksi Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi mulai diperluas ke Amerika Latin dan Australia.

Sejumlah model berteknologi elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid ikut memperkuat komposisi ekspor, berdampingan dengan model konvensional seperti Fortuner dan Veloz yang masih menjadi penopang volume.

Kinerja ekspor ini berjalan beriringan dengan dominasi Toyota di pasar domestik. Sepanjang 2025, Toyota Astra Motor (TAM) mencatat penjualan ritel sekitar 258.900 unit atau setara pangsa pasar 31%. Artinya, hampir sepertiga mobil yang terjual di Indonesia berasal dari merek Toyota, meskipun total pasar otomotif nasional justru mengalami koreksi dibanding tahun sebelumnya.

Data Gaikindo menunjukkan penjualan ritel mobil nasional 2025 berada di kisaran 833 ribu unit, turun lebih dari 6% dibanding 2024. Tekanan daya beli dan ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama perlambatan. Meski begitu, posisi Toyota relatif stabil berkat portofolio produk yang luas, mulai dari segmen MPV, SUV hingga kendaraan elektrifikasi.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos Otomotif Ungkap Nasib Pasar Otomotif Lokal Vs Pasar Ekspor