MARKET DATA

Breaking! RI Cetak Surplus Neraca Dagang US$ 2,51 M di Desember 2025

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
02 February 2026 11:20
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat meyampaikan rilis BPS Senin, (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
Foto: Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat meyampaikan rilis BPS Senin, (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali membukukan surplus sebesar US$2,51 miliar. Ini adalah surplus 68 bulan secara beruntun sejak Mei 2020.

Surplus disumbang oleh ekspor yang mencapai US$26,35 miliar, sementara impor hanya US$23,83 miliar. Surplus ini lebih tinggi dibandingkan bulan Desember 2024, sebesar US$ 2,24 miliar.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono mengungkapkan khusus untuk surplus Desember 2025, ditopang oleh surplus komoditas nonmigas.

"Beberapa komoditas penyumbang di Desember 2025 yakni lemak dan minyak hewan juga bahan bakar mineral serta penyumbang surplus besi dan baja," kata Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).

Pada saat yang sama komoditas migas mengalami defisit US$ 2,09 miliar. Adapun penyumbang defisit yaitu minyak mentah dan juga hasil minyak.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Neraca Dagang RI Surplus US$5,49 Miliar di Agustus 2025


Most Popular
Features