Purbaya Minta Kado Ini ke Prabowo Jika Ekonomi Tumbuh 6%

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 07:25 WIB
Foto: Pimpinan Danantara bersama sejumlah pejabat RI, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat doorstop media di Lobby Utara, Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai hingga 6% tahun ini. Adapun, target ini berada di atas rencana pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai 5,4%.

"Kalau di APBN 5.4. Saya akan dorong ke 6%. Kalau dapat 6%," kata Purbaya ditemui di Wisma Danantara, dikutip Senin (2/2/2026).

Jika rencana itu berhasil, dia mengatakan akan meminta hadiah kepada Presiden Prabowo Subianto. "Saya akan minta hadiah ke Presiden...Traktir lah," katanya kepada pewarta.


Untuk mencapai targetnya, dia menuturkan salah satu strateginya adalah melalui akselerasi anggaran. Dia ingin belanja fiskal dapat dilakukan selama awal tahun.

"Upayanya ya fiskal dibelanjakan dengan cepat di awal tahun dan mulai jalan. Terus kami sinkron kebijakan moneter lebih baik. Dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya," tambah Purbaya.

Selain itu dia yakin iklim usaha akan mulai membaik. Jadi akan mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing. Ini terjadi karena kebijakan penyelesaian masalah debottlenecking atau hambatan investasi, serta usaha melalui pembentukan satuan tugas yang menangani aduan pengusaha.

Purbaya juga berkomitmen untuk mengevaluasi peraturan-peraturan yang mengganggu.

"Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi, itu aja sudah cukup untuk tumbuh 6% atau lebih," tegas Purbaya.

Sementara itu, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2025 bisa mencapai 5,45% dan sepanjang 2025 mendekati target 5,2%.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Anggaran MBG Disisir Menkeu Bidik Efisiensi & Defisit APBN