Purbaya Ungkap Hambatan yang Bikin Dapan & Asuransi Malas Masuk Bursa
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada hambatan psikologis yang membuat perusahaan asuransi dan dana pensiun (Dapen) ragu untuk memperbesar porsi investasi mereka di bursa saham.
Purbaya menduga pelaku industri dapen dan asuransi khawatir terkait kemungkinan adanya aturan tidak tertulis tehadap investasi saham dari institusi besar. Dia pun berjanji akan mengecek perihal ini.
"Mungkin saya salah baca, tetapi mungkin mereka takut investasinya akan ada perintah nggak tertulis. Saya akan cek dengan mereka, kenapa atau bisa nggak mereka tingkatkan (investasi) ke bursa saham," kata Purbaya di Wisma Danantara, dikutip Senin (2/1/2026).
Dia pun yakin perusahaan dapen dan asuransi dapat mendongkrak investasi mereka di saham sejalam dengan manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan membaik ke depannya.
Adapun, pemerintah telah menaikkan batas maksimal investasi saham bagi asuransi dan dana pensiun hingga 20%. Kebijakan ini telah diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia mengaku kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Kendati dibuka hingga 20%, Purbaya menuturkan pemerintah akan membatasi hanya pada saham berkapitalisasi besar yang memiliki fundamental kuat, seperti indeks LQ45.
"Kami akan bebaskan lagi ke 20%, tetapi di saham-saham yang tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasi di LQ45," tegas Purbaya.
(haa/haa)[Gambas:Video CNBC]