Pertamina Sukses Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mencatatkan tonggak sejarah baru di awal tahun 2026 melalui keberhasilan pengapalan perdana minyak mentah dari Aljazair ke Tanah Air. Sebanyak 1 juta barel minyak mentah dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri melalui sinergi antar-subholding.
Langkah strategis yang mengusung semangat "Bring Barrels Home" ini merupakan hasil produksi pertama di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A. Perpanjangan kontrak ini sekaligus memberikan kepastian hukum bagi kelangsungan operasional Pertamina di Aljazair, Afrika Utara, untuk jangka waktu 25 tahun ke depan.
Dalam keterangannya, manajemen Pertamina menegaskan bahwa pengapalan ini adalah wujud nyata kolaborasi terintegrasi di dalam grup perusahaan.
"Pengapalan perdana 1 juta barel minyak mentah menjadi tonggak sejarah dan wujud nyata Pertamina dalam mendukung melayani kebutuhan energi Indonesia," ujar keterangan Pertamina dalam akun Instagramnya, Sabtu (31/1/2026).
Minyak mentah tersebut diproduksi oleh Subholding Upstream melalui Pertamina Internasional EP (PIEP). Setelah tiba di Indonesia, kargo tersebut akan diserahkan kepada Kilang Pertamina Internasional (KPI) untuk diolah di kilang dalam negeri menjadi produk energi bagi masyarakat.
Sinergi ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang kemitraan strategis antara Pertamina dan Sonatrach di Blok Migas Menzel Lejmat (MLN). Sejak fase ekspansi signifikan pada tahun 2014, kerja sama kedua perusahaan terus menunjukkan hasil yang positif bagi ketahanan energi nasional.
Hingga Januari 2026, tercatat rata-rata produksi minyak di lapangan tersebut mencapai 14.100 BOPD (Barrel of Oil Per Day).
"Inilah sinergi antar subholding untuk perkuat Ketahanan Energi Nasional. Ini sebagai babak baru operasi Pertamina di wilayah Afrika Utara setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasional 25 tahun ke depan."
Keberhasilan pengiriman ini diharapkan menjadi katalisator bagi Pertamina untuk terus mengoptimalkan aset migas di luar negeri guna menjamin ketersediaan pasokan energi di Indonesia secara berkelanjutan.
(tps/wur)