Kalahkan Menteng & Pondok Indah, Harga Tanah di DKI Ini Rekor Termahal

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Sabtu, 31/01/2026 17:00 WIB
Foto: Suasana jalan lengang di kawasan Bunderan Senayan menuju sudirman, Jakarta, (1/5/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tanah di pusat bisnis Jakarta kembali mencuri perhatian. Di tengah geliat pasar properti dan derasnya minat investasi, kawasan tertentu di Ibu Kota tercatat menembus level harga yang bikin geleng kepala. Tak tanggung-tanggung, satu meter persegi tanahnya sudah setara harga rumah tapak di pinggiran kota.

Pasar tanah di CBD Jakarta kini semakin ditentukan oleh faktor intensitas bangunan dan lokasi super premium. Bukan hanya soal di mana lahannya berada, tapi juga seberapa optimal lahan itu bisa digunakan secara bisnis atau yang dikenal dengan koefisien luas bangunan (KLB).

"Rp 200-300 juta, ya plus minus. Dia tergantung KLB-nya sih ya," kata Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip kepada CNBC Indonesia, Sabtu (31/1/2026).


Harga itu bukan merata di semua titik. Ada satu koridor yang menjadi primadona dan sekaligus penentu rekor tertinggi. Faktor akses, prestige kawasan, hingga daya serap pasar membuat wilayah ini selalu berada di papan atas. Titik termahal berada di jantung aktivitas ekonomi Jakarta.

"Paling mahal tuh di titik tetep the main corridor Thamrin-Sudirman ya. Thamrin-Sudirman sampai Rp300 juta paling besar (tinggi)," kata Wilson.

Foto: Kemacetan terjadi di Stasiun LRT Pancoran Bank BJB Jl. Gatot Subroto menuju arah Kuningan, Jakarta, Kamis (30/10/2025). (CNBC Indonesia/Demis Rizky)
Kemacetan terjadi di Stasiun LRT Pancoran Bank BJB Jl. Gatot Subroto menuju arah Kuningan, Jakarta, Kamis (30/10/2025). (CNBC Indonesia/Demis Rizky)

Melihat konsep klasik soal pusat bisnis Jakarta, sejak lama, istilah CBD Jakarta kerap dilekatkan pada kawasan tertentu yang membentuk segitiga emas. Di sanalah denyut utama perkantoran, bisnis, dan investasi properti berputar. Konsep tersebut masih relevan hingga kini.

"Kalau kita bicara CBD mungkin zaman dulu kita bicara atau kenal dengan Golden Triangle, kira-kira itulah wilayah CBD. Koridor Thamrin-Sudirman, kemudian Kuningan, dan Gatot Subroto," Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat.

Namun, performa tiap koridor tidak sepenuhnya sama. Ada yang unggul dari sisi harga, ada pula yang kuat dari tingkat keterisian gedung. Pergerakan ini menjadi sinyal penting bagi investor untuk membaca arah pasar ke depan. Syarifah mengungkapkan bahwa Sudirman masih memegang posisi terdepan saat ini.

"Jadi dari empat koridor ini bagaimana performanya? Kita lihat bahwa Sudirman masih yang paling prominen saat ini. Tidak hanya terkait harganya yang relatif paling tinggi, tapi juga okupansinya paling tinggi. Dan diikuti oleh Kuningan yang saat ini punya okupansi yang sama dengan koridor Sudirman," kata Syarifah.

Ke depan, dinamika harga tanah dan properti di kawasan ini diperkirakan bakal makin menarik. Pasalnya, suplai proyek baru dalam skala besar siap masuk pasar dalam beberapa tahun mendatang. Proyek-proyek ini diyakini akan memperkuat posisi Thamrin-Sudirman sebagai episentrum properti premium nasional.

"Proyeksinya di 2028 ada asupan proyek Indonesia One - North Tower sebesar 43.000 m2 berlokasi di Thamrin, jenisnya strata dan sewa, di tahun yang sama juga rampung Indonesia One - South Tower sebesar 88.500 m2 di Thamrin untuk strata dan sewa. Lalu di 2028 juga ada Taspen Mitsubishi 60.000 m2 berjenis sewa, lokasinya di Sudirman," kata Syarifah.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Waspada Virus Nipah, Bandara Ngurah Rai Pasang Pemindai Suhu


Related Articles