Ini Temuan KNKT Soal Investigasi Kendaraan Listrik

Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 31/01/2026 12:15 WIB
Foto: Foto udara menalpilkan mobil listrik Tesla yang akan dikirim terparkir di Pelabuhan Nangang, Shanghai, China. (VCG via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai mengidentifikasi sejumlah potensi risiko keselamatan seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Seiring dengan adopsi teknologi yang relatif baru, KNKT menilai diperlukan pendekatan investigasi yang berbeda dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan bahwa proses investigasi kendaraan listrik masih terus dipelajari oleh lembaganya. Hal ini dilakukan mengingat karakteristik sistem dan teknologi kendaraan listrik yang memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi kelistrikan.


Berdasarkan temuan awal, KNKT telah menangani dua kasus yang melibatkan kendaraan listrik. Namun, dari dua kasus tersebut, baru satu insiden yang penyebab teknisnya dapat dipastikan melalui proses investigasi mendalam.

KNKT juga melibatkan tenaga ahli dengan kompetensi khusus di bidang kendaraan listrik untuk memperkuat proses penyelidikan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan hasil investigasi yang akurat dan relevan terhadap perkembangan teknologi kendaraan masa depan.

"Untuk kendaraan listrik ini memang ada beberapa hal yang baru bagi kita, dan terus terang kami juga sedang belajar melakukan investigasi kendaraan listrik dan dibantu oleh tenaga ahli yang memahami masalah kendaraan listrik," ujar Soerjanto katanya dalam Media Rilis KNKT, dikutip Sabtu (31/1/2026).

Dalam salah satu temuan, KNKT mendapati insiden yang semula diduga kebakaran, namun ternyata berasal dari korsleting listrik yang memicu asap cukup tebal. Masalah tersebut berawal dari sistem pengkabelan yang bergeser dan bersentuhan dengan bodi kendaraan hingga lapisan kabel terkelupas.

"Yang terjadi bukan kebakaran, tapi korsleting yang mengeluarkan asap cukup banyak. Penyebabnya karena wiring system bergeser ke badan kendaraan, lama-lama kabelnya terkelupas dan terjadi arus pendek," jelas Soerjanto.

Selain potensi korsleting, KNKT juga menyoroti persoalan serius pada sistem kelistrikan tegangan rendah atau baterai 12 volt. Dalam kondisi tertentu, gangguan pada baterai ini dapat membuat pintu kendaraan tidak bisa dibuka, bahkan saat keadaan darurat.

KNKT bahkan menemukan satu kendaraan listrik yang benar-benar tidak dapat dibuka pintunya akibat masalah tersebut. Temuan ini mendorong KNKT untuk merekomendasikan perubahan desain keselamatan agar akses evakuasi tetap tersedia meski sistem kelistrikan mengalami gangguan.

"Kalau baterai 12 volt-nya bermasalah atau low voltage-nya bermasalah, pintu tidak bisa dibuka. Ini menjadi concern kami, karena dalam kondisi darurat pintu seharusnya tetap bisa dibuka," kata Soerjanto.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Baterai Solid-State Pertama di Dunia Siap Diproduksi