Antam, IBC & Huayou Sepakat Percepat Pengembangan Ekosistem Baterai RI

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 20:05 WIB
Foto: Penandatanganan kerja sama. (CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC), bersama mitra strategis global Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement (FA) sebagai kerangka kerja awal percepatan Program Hilirisasi Nikel dan investasi ekosistem baterai terintegrasi.

Kolaborasi strategis ini melibatkan HYD Investment Limited, sebuah konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk, sebagai bagian dari upaya membangun rantai pasok baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia, mulai dari pengelolaan sumber daya nikel, pengolahan dan pemurnian, hingga produksi baterai.


Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baterai terintegrasi global.

"IBC dibentuk untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi menjadi pusat industri baterai terintegrasi yang berdaya saing global dan berkelanjutan. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem industri nasional bernilai tambah tinggi," ungkap Aditya pada acara penandatanganan Framework Agreement di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dari sisi hulu, Antam menegaskan perannya sebagai penyedia bahan baku strategis yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan mandat Antam dalam memperkuat hilirisasi mineral nasional.

"Antam memandang kolaborasi ini sebagai bagian dari transformasi strategis untuk memastikan sumber daya mineral Indonesia memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri.

Melalui sinergi dengan IBC dan mitra global seperti Huayou, kami berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem baterai terintegrasi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan sejalan dengan kepentingan strategis nasional," ujar Untung.

Sementara itu, Presiden Direktur Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. Chen Xuehua menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global baterai terintegrasi, baik dari sisi sumber daya maupun visi kebijakan industrialisasi.

"Huayou melihat Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang dalam pengembangan industri baterai global. Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen menghadirkan teknologi, pengalaman industri, serta praktik keberlanjutan global untuk mendukung pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia," ujar Chairman Huayou.

Sebagai entitas yang ditugaskan pemerintah untuk mengembangkan industri baterai nasional, IBC berperan sebagai penghubung dan orkestrator sinergi antara industri dalam negeri dan mitra global, termasuk dalam aspek teknologi, serta tata kelola proyek. Kolaborasi ini juga membuka peluang alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

Ekosistem baterai terintegrasi yang direncanakan mencakup pengembangan fasilitas baterai yang akan didetailkan lebih lanjut pada studi kelayakan dengan potensi target kapasitas hingga 20 GWh dan nilai investasi ekosistem baterai terintegrasi ini mencapai US$ 5-6 miliar.

Proyek ini diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja, memperkuat struktur industri nasional, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan agenda transisi energi Indonesia.

Framework Agreement ini menjadi dasar bagi penyusunan studi kelayakan bersama dan perjanjian definitif yang akan dilaksanakan secara bertahap. Antam, IBC, dan Huayou berkomitmen memastikan seluruh tahapan pengembangan proyek dijalankan sesuai prinsip tata kelola yang baik, keberlanjutan, dan kepentingan strategis nasional.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kabar Terbaru Soal Rencana China Bangun Ekosistem Baterai EV