Harga Emas Dunia Bisa Meledak US$ 10.000? Pemerintah RI Bilang Gini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas harga emas supaya tidak mengalami lonjakan hebat dan berakhir dengan kejatuhan dalam.
Namun, pemerintah mengakui, potensi untuk terus naik bisa saja terjadi mengingat masih terus tingginya permintaan. Bahkan, sejumlah analis memperkirakan harga emas dunia bisa tembus US$ 10.000 per troy ons pada 2030.
"Ini demand semakin tinggi, dinamika global semakin tiada kepastian, emas menjadi alternatif," kata Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Untuk menjaga stabilitas harga emas di dalam negeri, pemerintah memastikan, akan terus menjamin keseimbangan antara permintaan dengan pasoakannya.
Dari sisi jaminan ketersediaan pasokan bahan baku, telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 80 Tahun 2025 yang mengatur pengenaan bea keluar untuk ekspor komoditas emas.
"Dengan adanya bea keluar itu maka memotivasi dari perhitungan harga, produsen akan lebih baik dijual di dalam negeri. ANTAM pun sudah menerima komimten dari pelaku emas. Ini akan menjadi input dari bahan baku. input bahan baku tercapai dan terjaga," paparnya.
Bila keseimbangan antara pasokan dan permintaan terjaga, pemerintah meyakini harga emas, khsusunya di dalam negeri akan lebih terjaga stabil alias tidak mengalami lonjakan atau penurunan dalam saat terjadi gejolak di tingkat global.
"Kalau tetap bisa seimbang, shifting tidak terlalu tinggi, jatuhnya tida akan terlalu bawah dan prospeknya kemungkinan naik. Tapi harus dengan adanya kepastian bahan baku dari ANTAM, ini bisa mengimbangi permintaan pasar." tutur Elen.
(arj/haa)