MARKET DATA

Strategi Pemerintah Bangun Ekosistem Emas Demi Pertumbuhan Ekonomi 8%

teti purwanti,  CNBC Indonesia
30 January 2026 16:25
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menyampaikan paparan dalam acara Gold Outlook 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia turut mengandalkan perbaikan ekosistem bisnis emas untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi hingga mampu tembus 8%, sesuai target Presiden Prabowo Subianto selama lima tahun masa kepemimpinannya.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian, Ferry Irawan mengatakan, perbaikan ekosistem bisnis emas itu dilakukan dengan mendorong upaya hilirisasi.

"Itu salah 1 yang dikawal, ada beberapa kebijakan untuk mengawal 8% tadi, misal hilirisasi," kata Ferry dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).

Jurus dorongan hilirisasi emas itu di antaranya dengan penerapan bea keluar emas sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 80 Tahun 2025. Selain itu, dengan pendirian bank bullion.

"Satu hal yang menarik dengan bank bullion, intermediary, bukan konsumen akhir, tapi menyerap hulu dan putar lagi, dan disebar ke sektor lain," tutur Ferry.

Komoditas emas Indonesia sebetulnya juga menjadi daya tarik utama konsumen dunia, hingga dapat memacu kinerja ekspor yang menjadi salah satu komponen pendorong produk domestik bruto (PDB).

Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Handi Sutanto buka-bukaan alasan emas Indonesia menjadi salah satu yang favorit di Dunia. Pada intinya emas Antam khususnya Indonesia memiliki sertifikat standar London Bullion Market Association (LBMA) 99,5%.

"Antam itu 99,99%, above LBMA. Kami sampaikan ke masyarakat, kita perlu lebih giat mengedukasi. Karena ini bukan hanya soal uang tapi juga kualitas," terang Handi dalam Gold Outlook 2026, CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menteri Zulhas ungkap Kebijakan Perdagangan RI Sudah On Track


Most Popular
Features