MARKET DATA

Pedagang Ramal Harga Daging Sapi Jelang Puasa dan Lebaran Tak 'Ngamuk'

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
30 January 2026 13:55
Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang daging sapi memperkirakan harga daging tidak akan melonjak tajam menjelang Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini. Hal ini seiring penguncian harga timbang sapi hidup di tingkat penggemukan atau feedlot, serta posisi harga daging yang sudah berada di level tinggi saat ini.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (DPP JAPPDI), Asnawi, menilai harga daging saat ini sudah terbentuk dari perhitungan objektif dan kecil kemungkinan mengalami lonjakan saat Ramadan.

"Kalau harga daging sekarang ya, itu analogi hitungan yang sudah menjadi perhitungan objektif. Yang sekarang terjadi kan, jual daging di pasar itu rata-rata depan belakang tipis tebal itu Rp130.000 per kg. Terus pedagang jual ke konsumen Rp135.000 sampai Rp140.000 per kg," ujar Asnawi kepada CNBC Indonesia, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, harga tersebut sudah dikunci sebelum Ramadan dan menjadi acuan pasar saat ini. Meski permintaan biasanya naik saat Ramadan, ia menilai dampaknya terhadap harga relatif terbatas.

"Kan bicara supply demand. Terus apakah harga itu berdampak? Kalau bilang berdampak juga tidak, karena harga sudah dikunci. Sekarang masyarakat atau konsumen juga tahu bahwa harga tersebut pada posisi level yang harga tinggi yaitu antara Rp135.000 sampai Rp140.000 per kg," jelasnya.

Asnawi menjelaskan, harga tersebut merupakan rata-rata berbagai jenis potongan daging, mulai dari tetelan hingga daging murni.

Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Suasana aktivitas penjualan daging sapi di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Artinya untuk Ramadan itu nggak jauh beda, paling dia tadinya rata-rata Rp135.000 paling tertinggi di posisi Rp140.000. Itu aja Rp135.000-Rp140.000 karena posisinya kan bicara depan belakang," lanjut dia.

Secara tren, ia memperkirakan harga daging di wilayah Jabodetabek selama Ramadan hingga Idulfitri akan bergerak di rentang sempit.

"Jadi tren harga menjelang Ramadhan hingga Idulfitri itu posisinya bertengger di antara Rp137.000-Rp140.000 per kg, harga daging rata-rata di Jabodetabek," kata Asnawi.

Ia pun memastikan, tidak ada rencana kenaikan harga baru selama periode tersebut.

"Iya. Tidak ada kenaikan, tidak ada kenaikan lagi. Andai kata kalau memang terjadi, kan kita bicara root ya, rata-rata kan. Jadi kalau rata-rata paling perubahannya antara Rp2.000-Rp3.000. Jadi dari Rp135.000 bisa Rp137.000-Rp138.000, terendah, tertinggi tetap Rp140.000 per kg," pungkasnya.

(wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Daging Sapi di AS Bikin Mumet Trump, Penyebabnya Bikin Kaget


Most Popular
Features