Pedagang Sapi Batal Setop Jualan 3 Hari, Warning Harga Bisa Naik Terus
Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang daging sapi yang sempat melakukan aksi mogok berjualan kemarin, (Kamis, 22/2/2026), hari ini (Jumat, 23/1/2026) tampak mulai berjualan Meski, belum banyak. Tadinya, pedagang daging sapi se-Jabodetabek berencana mogok jualan sampai besok, Sabtu (24/1/2026).
Dari pantauan CNBC Indonesia di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa pedagang daging sapi mulai kembali berjualan setelah kemarin melakukan mogok. Pedagang yang kembali berjualan kebanyakan berada di luar pasar.
Sedangkan yang berada di dalam pasar, tampak masih cukup sepi dan hanya beberapa pedagang yang sudah mulai berjualan kembali.
Di dalam pasar, tampak suasana cukup sunyi meski sudah ada himbauan pedagang daging sapi diperbolehkan kembali berjualan. Namun, banyak yang belum kembali membuka dagangannya.
Beberapa pedagang yang sudah berjualan mengungkapkan para pedagang sisanya akan kembali berjualan pada esok hari.
"Hari ini baru beberapa yang kembali berjualan, sisanya mungkin besok," kata pedagang daging sapi saat ditemui CNBC Indonesia, Jumat (23/1/2026).
Pedagang yang sudah kembali berjualan mengaku mendapatkan arahan untuk dapat kembali berjualan. Di satu sisi, mereka juga tak sanggup jika aksi mogok terus dilakukan selama berhari-hari.
"Iya, ada imbauan boleh berjualan lagi, cuma memang baru beberapa, sepertinya besok baru pada berjualan. Ya sebenarnya nggak kuat juga kalau nggak berjualan selama berhari-hari," terangnya.
Foto: Pedagang daging segar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Pedagang daging segar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |
Wanti-Wanti Harga ke Rp160.000/ Kg
Di dalam Pasar Kramat Jati, ada sekitar 25 lapak pedagang daging sapi. Namun yang baru berjualan kembali baru lima pedagang.
Sedangkan di luar Pasar Kramat Jati, ada sekitar lima pedagang daging sapi yang ditemui dan kelimanya sudah berjualan kembali. Namun, ada satu pedagang yang menjual daging dalam jumlah yang sedikit.
Seorang pedagang daging sapi di luar Pasar Kramat Jati mengaku kembali berjualan karena tak kuat jika terus-terusan melakukan aksi mogok.
"Ya sebenarnya lama-lama nggak kuat juga kalau nggak berjualan, kalau jualan saja pendapatan nggak seberapa, apalagi kalau nggak berjualan, mau makan apa nanti," katanya.
Ia mengaku sedikit lega setelah adanya imbauan diperbolehkan kembali berjualan, meski dirinya juga kecewa karena harga daging sapi di Pasar Kramat Jati masih cukup tinggi.
"Ya lumayan sudah bisa berjualan lagi, walaupun ya kami juga kecewa karena harga masih tinggi, bahkan bisa naik lagi nanti," tambahnya.
Adapun di Pasar Kramat Jati, harga daging sapi dalam beberapa hari terakhir sudah mencapai sekitar Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kg. Bahkan, pedagang mengaku harga bisa naik menjadi Rp 160.000 per kg menjelang Ramadan dan jika pemerintah tidak mengintervensi harga ditingkat pemotong.
Foto: Pedagang daging segar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Pedagang daging segar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |
[Gambas:Video CNBC]
Foto: Pedagang daging segar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Pedagang daging segar di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)