Foto Internasional

Potret New York Membeku, Suhu Minus 50 Derajat-Lautan Jadi Es

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 14:34 WIB

New York, telah dilanda cuaca ekstrem. Bahkan suhu minus 40 sampai 50 derajat.

1/6 Sebuah kapal tunda berlayar melewati bongkahan es di Sungai Hudson antara New Jersey dan Kota New York, AS, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)

Sebuah kapal tunda berlayar karena Sungai Hudson antara New Jersey dan Kota New York, AS, berubah menjadi bongkahan es, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)

2/6 Sebuah kapal tunda berlayar melewati bongkahan es di Sungai Hudson antara New Jersey dan Kota New York, AS, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)

AS, termasuk New York, memang telah dilanda cuaca ekstrem. Bahkan suhu minus 40 sampai 50 derajat Fahrenheit (−45,6 derajat Celsius). (REUTERS/Brendan McDermid)

3/6 Sebuah kapal tunda berlayar melewati bongkahan es di Sungai Hudson antara New Jersey dan Kota New York, AS, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)

“Cuaca dingin ekstrem bisa mematikan, benar-benar mematikan,” katanya Gubernur New York Kathy Hochul memperingatkan warga. (REUTERS/Jeenah Moon)

4/6 Sebuah kapal tunda berlayar melewati bongkahan es di Sungai Hudson antara New Jersey dan Kota New York, AS, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)

Angin dingin bisa sangat parah, terutama di North Country dan Mohawk Valley. (REUTERS/Jonathan Ernst)

5/6 Sebuah kapal tunda berlayar melewati bongkahan es di Sungai Hudson antara New Jersey dan Kota New York, AS, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)

Daerah-daerah lain di bagian utara negara bagian dapat mengalami angin dingin mendekati minus 30 derajat, sementara suhu di bagian selatan negara bagian dapat turun hingga minus 5 hingga minus 10 derajat. (REUTERS/Brendan McDermid)

6/6 Sebuah kapal tunda berlayar melewati bongkahan es di Sungai Hudson antara New Jersey dan Kota New York, AS, Kamis (29/1/2026). (REUTERS/Brendan McDermid)

Hochul juga mengatakan tim-tim siap di sepanjang jalan tol, staf manajemen darurat telah dikerahkan sebelumnya, dan hampir 6.000 pekerja utilitas telah disiagakan untuk merespons jika terjadi pemadaman listrik. (REUTERS/Jonathan Ernst)