Jabodetabek Siaga, BMKG Ingatkan Hujan Malam-Malam Masih Berlanjut
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu terakhir, Jabodetabek diguyur hujan yang mayoritas terjadi pada malam hari. Dengan intensitas bervariasi. Ada yang berlanjut lebat hingga pagi hari, ada juga intensitasnya menurun di pagi hari.
Bagaimana penjelasannya?
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pola tersebut merupakan karakteristik yang khas saat musm hujan.
Dan, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, Andri menambahkan, secara ilmiah pola hujan malam hingga pagi hari terjadi karena dinamika atmosfer pada musim hujan yang mendukung pembentukan awan hujan pada waktu tersebut.
"Karena dinamika atmosfer pada saat musim hujan itu mendukung terhadap pembentukan awan-awan hujan pada saat malam hari," kata kata Andri saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Kamis (29/1/2026).
Dia pun memprakirakan pola hujan malam hingga pagi ini masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari, lalu berangsur-angsur melemah hingga Maret.
"Dan ini akan terus berlangsung hingga bulan Februari, berangsur-angsur hingga bulan Maret. Jadi kesiapsiagaan, kewaspadaan harus tetap dijaga, dan terus memantau informasi dari BMKG hingga nanti berakhirnya puncak musim hujan," kata Andri.
Masyarakat Diminta Waspada, Pantau Peringatan Cuaca
Andri mengingatkan, kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus.
Sebab, hujan di malam hari berarti sebagian besar masyarakat sedang tidur, beristirahat. Situasi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko bahaya bagi masyarakat. Terutama jika tidak memantau perkembangan cuaca.
"Ini (pola hujan di malam hari) karakteristik hujan pada musim hujan ya, musim hujan itu biasanya karakteristiknya itu ada di malam hingga dini hari, bahkan pagi," katanya.
"Nah ini justru yang perlu kewaspadaan, terkadang di malam hari itu kan masyarakat sedang beristirahat," ujar Andri.
Lebih lanjut, Andri menegaskan intensitas hujan tertinggi tetap berada di awal tahun, meski prediksi musim hujan akan bertahan hingga Maret mendatang.
"Puncaknya nanti di Januari hingga Februari, dan akan berangsur hingga bulan Maret," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memperbarui informasi cuaca, terutama pada malam hari. Andri menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi resmi BMKG yang dilengkapi fitur radar cuaca.
"Di informasi BMKG itu di aplikasi ada fitur radar, dan ini adalah eksklusif untuk masyarakat Indonesia, karena provider cuaca global tidak memiliki data itu. Jadi di situ dapat dilihat perkembangan cuaca real time dari menit ke menit, sehingga ini langkah sederhana bagi masyarakat untuk mengantisipasi," ucap Andri.
Sementara, BMKG telah mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat-sangat lebat masih akan melanda wilayah Jabodetabek pada hari ini, Kamis (29/1/2026) hingga Senin (2Februari 2026).
Akibat hujan yang berlangsung sejak Rabu (28/1/2026) malam, banjir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta.
Gegara kejadian ini, layanan Transjakarta untuk berbagai rute harus dihentikan sementara atau mengalami perpendekan rute.
Dikutip dari unggahan media sosial X resmi milik Transjakarta, berikut beberapa rute Transjakarta yang sempat mengalami gangguan:
- Rute 2A: Pulo Gadung - Rawa Buaya mengalami perpendekan rute menjadi Pulo Gadung - Damai dikarenakan adanya genangan air di sekitar Halte Pulo Nangka
- Layanan Mikrotrans JAK 113: Kampung Sawah - Koja kembali beroperasi melayani pelanggan dengan perpendekan rute. Sementara tidak melayani Bus stop Gg. Swadaya 1F
- Rute 3E: Puri Kembangan - Centraland Cengkareng kembali beroperasi normal tanpa pengalihan rute.
Periode PJJ - WFH Diperpanjang
Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan work from home (WFH) hingga 1 Februaru 2026.
Mengutip detiknews, Pramono mengatakan, keputusan itu adalah langkah antisipasi untuk mengurangi risiko banjir dan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Tak hanya itu, Pramono juga menginstruksikan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta.
"Dari hasil BMKG, kemungkinan besar curah hujan masih tinggi sampai dengan tanggal 1 Februari. Maka dengan demikian, saya sudah memutuskan untuk PJJ maupun orang mau work from home itu sampai dengan 1 Februari," kata Pramono di tepi Ciliwung kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026), dikutip dari detiknews.
"Saya sudah memberikan persetujuan kalau diperlukan untuk OMC. Karena kemungkinan curah hujannya masih tinggi, termasuk hari ini. Bahkan sejak pagi tadi sudah kita lakukan," ujarnya.
(dce/dce)