KNKT Bongkar Borok Kecelakaan Lalin di RI, Tak Terduga Ternyata Ini

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Kamis, 29/01/2026 11:10 WIB
Foto: Sebuah truk menabrak Gerbang Tol Ciawi 2. (Dok. Jasa Marga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) menyoroti persoalan mendasar yang masih membayangi keselamatan transportasi di Indonesia, khususnya pada sektor lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ). Berbagai temuan investigasi menunjukkan bahwa kecelakaan bukan semata persoalan teknis di lapangan, melainkan juga karena lemahnya sistem keselamatan secara menyeluruh, termasuk diantaranya faktor manusia.

"KNKT mengidentifikasi isu keselamatan penting, di antaranya dominası faktor manusia dalam kecelakaan jalan, belum optimalnya regulasi perawatan sistem pengereman, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum yang belum efektif, serta meningkatnya risiko kebakaran kendaraan listrik yang memerlukan peningkatan sosialisasi dan kesiapsiagaan penanganan darurat," kata Ketua Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Soerjanto dikutip Kamis (29/1/2026).

Masalah faktor manusia dinilai masih menjadi pekerjaan rumah terbesar yang belum tertangani secara serius. Tingginya beban kerja pengemudi dan lemahnya pengawasan kondisi kebugaran menjadi kombinasi yang kerap berujung pada kecelakaan fatal. Dalam banyak kasus, kecelakaan terjadi bukan karena satu kesalahan besar, melainkan akumulasi kelalaian kecil yang berulang.


"Kecelakaan jalan 70% akibat Human factor, dimana fatigue (kelelahan) adalah kontribusi tertinggi," kata Plt. Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Henry Poerborianto.

Menurut KNKT, persoalan kelelahan pengemudi tidak bisa dilepaskan dari aturan kerja yang berlaku saat ini. Regulasi yang ada dinilai belum mampu menjamin pengemudi tetap berada dalam kondisi fisik dan mental yang layak saat mengemudi. Akibatnya, risiko kecelakaan terus berulang dengan pola yang sama.

Foto: Bus Cahya Trans yang kecelakaan di Tol Semarang. (Dok. Basarnas Semarang)
Bus Cahya Trans yang kecelakaan di Tol Semarang. (Dok. Basarnas Semarang)

"Peraturan jam Kerja pengemudi masih belum memadai untuk menjamin kebugaran pengemudi angkutan," kata Henry.

Selain faktor manusia, kegagalan teknis pada kendaraan masih menjadi penyumbang kecelakaan serius, terutama pada angkutan umum dan kendaraan berat. Salah satu temuan yang berulang adalah masalah sistem pengereman yang tidak dirawat secara memadai. Praktik perawatan kendaraan selama ini lebih bersifat reaktif dibandingkan pencegahan.

"Kemudian kegagalan pengereman atau rem blong masih mendominasi kecelakaan di angkutan umum, hal ini dikarenakan tidak adanya regulasi atau aturan yang mewajibkan perawatan rem. Perawatan dilakukan sebagai perbaikaan sesaat, bukan sebagai tindakan pencegahan (preventive maintenance)," ujar Henry.

Persoalan keselamatan transportasi darat memerlukan pendekatan kelembagaan yang lebih serius dan terfokus. Selama ini isu keselamatan kerap kalah prioritas dibanding aspek operasional dan ekonomi. Padahal, dampak kecelakaan selalu berujung pada korban jiwa dan kerugian besar. KNKT pun memberikan rekomendasi bahwa keselamatan harus mendapat perhatian lebih serius melalui Direktorat baru.

"Jadi perlu dibentuk direktorat keselamatan, masalah utama di Transportasi darat adalah isu keselamatan dan hal ini diperlukan perhatian khusus," sebut Henry.

Sepanjang tahun lalu, ada sejumlah peristiwa kecelakaan yang menonjol, antara lain kecelakaan beruntun bus Sakhindra Trans di Kota Batu kecelakaan beruntun truk tronton di Gerbang Tol Ciawi 2, kecelakaan bus ALS di Padang Panjang tabrakan dump truck dan minibus di Purworejo, kejadian berasap pada mobil sedan listrik di Jakarta Barat, serta kecelakaan bus pariwisata di kawasan Bromo.

Pada tahun 2025, Subkomite Investigasi Kecelakaan LLAJ telah melakukan investigasi terhadap sembilan kecelakaan, dengan jumlah korban luka-luka sebanyak 69 orang. Secara historis dalam kurun 2015 hingga 2025, KNKT telah menginvestigası 132 kecelakaan LLAJ. Dari jumlah tersebut, laporan akhir yang telah diselesaikan berjumlah 98 laporan, sementara sisanya masih berada dalam proses penyusunan laporan akhir dan tanggapan.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Longsor Raksasa Sisilia - IHSG Diguncang MSCI, Asing Borong Ini