MARKET DATA

Kasus Kecelakaan Nataru Didominasi Motor dan Terjadi di Jalan Arteri

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
20 January 2026 15:10
Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)
Foto: Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi V DPR RI menyoroti capaian penanganan arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang dinilai cukup baik, terutama dari sisi penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama periode pengamanan Operasi Lilin 2025.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, secara umum pelaksanaan Nataru menunjukkan hasil positif.

"Secara umum cukup baik ya penanganan, dan terdapat penurunan angka korban meninggal dunia sebesar 27,12% dibanding tahun lalu. Sementara untuk jumlah kecelakaan pada periode Nataru ini turun sebesar 7,20%," kata Lasarus saat membuka Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Lasarus menilai, penurunan angka kecelakaan tersebut menjadi indikasi rangkaian langkah persiapan yang dilakukan pemerintah, termasuk melalui pengawasan DPR, membuahkan hasil.

"Penurunan angka kecelakaan ini memberikan gambaran bahwa hasil dari rangkaian RDP (Rapat Dengar Pendapat) Komisi V DPR RI tentang persiapan penyelenggara Nataru per tanggal 8 Desember 2025 membuahkan hasil yang baik, dengan kinerja pemerintah yang tadi kita apresiasi bersama-sama," ujarnya.

Meski begitu, Lasarus menegaskan masih ada sejumlah kejadian menonjol yang perlu mendapat penjelasan dari pemerintah.

"Walaupun telah terdapat perbaikan penyelenggaraan pelayanan terhadap pelaksanaan Natal dan Tahun Baru oleh pemerintah, masih terdapat beberapa kejadian yang menonjol yang perlu mendapat penjelasan singkat dari pemerintah," ucap dia.

Sejumlah kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi melintasi Jalan Tol Cijago (Cinere–Jagorawi), Depok, Jawa Barat, pada Kamis (15/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Sejumlah kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi melintasi Jalan Tol Cijago (Cinere–Jagorawi), Depok, Jawa Barat, pada Kamis (15/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sejumlah kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi melintasi Jalan Tol Cijago (Cinere–Jagorawi), Depok, Jawa Barat, pada Kamis (15/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Sementara itu, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin memaparkan data kecelakaan selama Operasi Lilin 2025 yang berlangsung 14 hari. Ia menyebut jumlah kecelakaan menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Berkaitan dengan anev kecelakaan lalu lintas selama Operasi Lilin 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari. Alhamdulillah untuk jumlah kecelakaan lalu lintas dari H+1 sampai dengan H+14 Operasi Lilin 2025, mengalami penurunan sebanyak 7,2% dibandingkan pada tahun 2024," kata Aries dalam kesempatan yang sama.

Aries menjelaskan, dari data kecelakaan yang terjadi, mayoritas berlangsung di jalan arteri.

"Dari data kecelakaan ini dapat kita analisa, yang pertama, 98,4% itu kecelakaan terjadi di arteri. Ini yang menjadi atensi kita dimana 80% adalah kendaraan roda dua. Ini yang patut kita antisipasi pada saat nanti pelaksanaan kegiatan operasi ketupat yang akan datang," ujarnya.

Ia menambahkan, jenis kecelakaan yang paling dominan adalah tabrak depan-depan, yang menunjukkan masih lemahnya aspek keselamatan di jalur arteri tanpa pembatas.

"Ini jenis kecelakaan yang terjadi adalah tabrak depan-depan. Ini tabrak depan-depan ini mengindikasikan terjadi di arteri yang tidak ada pembatas," ungkap Aries.

Berdasarkan pekerjaan korban, Aries menyebut kelompok pelajar dan mahasiswa masih menjadi yang paling banyak terdampak.

"Berdasarkan pekerjaan korban, dimana didominasi masih pelajar dan mahasiswa," ujarnya.

Selain itu, Aries menegaskan sepeda motor menjadi kendaraan dengan peningkatan kecelakaan tertinggi selama Operasi Lilin 2025. Untuk itu, pihaknya mendorong supaya pada momen Lebaran nanti program mudik gratis bisa lebih ditingkatkan untuk masyarakat dengan kendaraan roda dua.

Aries juga menekankan kecelakaan di arteri tak hanya terjadi saat arus mudik, tetapi juga pada arus balik.

"Bukan hanya pada saat arus mudik, tapi arus baliknya banyak terjadi kecelakaan di arteri," pungkasnya.

(wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kemenhub Ungkap Resep Jepang Tekan Angka Kecelakaan, Simak!


Most Popular
Features