AS Satukan Kekuatan Militer dengan Tetangga RI, China Marah Besar
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di kawasan Laut China Selatan kembali mencapai titik didih setelah militer China mengerahkan armada kapal perangnya untuk melakukan patroli tandingan tepat saat Amerika Serikat (AS) dan Filipina menggelar latihan militer gabungan awal pekan ini. Langkah provokatif Beijing ini dilakukan di tengah upaya Washington menjaga pengaruhnya di kawasan Indo-Pasifik yang kian bergejolak.
Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama Angkatan Bersenjata Filipina telah melaksanakan Maritime Cooperative Activity (MCA) di wilayah perairan Filipina sejak Minggu (25/1/2026) hingga Senin (26/1/2026) kemarin.
Latihan ini melibatkan kapal perusak USS John Finn dan pesawat patroli maritim P-8A milik AS, yang bersinergi dengan fregat BRP Antonio Luna serta kapal patroli BRP Gabriela Silang milik Manila.
Latihan gabungan AS-Filipina yang ke-11 ini mengambil lokasi di sekitar Bajo de Masinloc, sebuah fitur maritim yang saat ini berada di bawah kendali efektif China namun terletak di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina. Lokasi ini merupakan titik panas sengketa karena Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan berdasarkan hak historis yang tidak diakui secara internasional.
Pihak Washington menegaskan bahwa operasi ini dilakukan sesuai dengan hukum internasional guna memastikan kebebasan navigasi bagi semua bangsa. Armada Ketujuh AS menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan pilar penting dalam memperkuat interoperabilitas antara pasukan Amerika dan Filipina di tengah dinamika keamanan yang tidak menentu.
"Amerika Serikat, bersama dengan sekutu dan mitra kami, menjunjung tinggi hak atas kebebasan navigasi dan penerbangan serta penggunaan laut dan ruang udara internasional yang sah lainnya, serta penghormatan terhadap hak maritim berdasarkan hukum internasional," tulis pernyataan resmi Armada Ketujuh AS.
Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Filipina memuji keberhasilan latihan tersebut dan menyebut aliansi dengan AS sebagai kemitraan yang abadi. Melalui unggahan di media sosial, militer Filipina menyatakan bahwa latihan ini penting untuk penciptaan stabilitas kawasan.
"Kegiatan ini telah meningkatkan kemahiran taktis dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan maritim guna memberikan kontribusi bagi perdamaian kawasan," tutur militer Manila
Sementara itu, merespons pergerakan tersebut, militer China langsung bereaksi keras dengan menuduh Filipina telah mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan melalui kerja sama dengan negara-negara di luar kawasan.
Juru Bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), Kolonel Senior Tian Junli, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan patroli angkatan laut rutin sebagai bentuk perlindungan kedaulatan.
"Komando akan dengan teguh menjaga perdamaian dan stabilitas regional serta melindungi kedaulatan teritorial dan hak-hak maritim China," tegas Tian Junli dalam pernyataan resminya pada Selasa waktu setempat.
China dan AS sama-sama mempertahankan kehadirannya di kawasan jalur perdagangan internasional bersengketa ini. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai apakah armada perang China dan AS sempat berpapasan atau terlibat kontak langsung selama manuver berlangsung di perairan yang sama.
(tps/luc)[Gambas:Video CNBC]