Megaproyek The Mukaab Arab Saudi Mendadak Mandek, Ada Apa Raja Salman?
Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi menghentikan sementara pembangunan salah satu proyek paling ambisiusnya di ibu kota Riyadh, The Mukaab, seiring peninjauan ulang prioritas belanja dan kelayakan finansial proyek-proyek raksasa dalam agenda transformasi Visi 2030.
Empat sumber yang mengetahui pembahasan internal mengatakan pemerintah Saudi melalui Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) telah menangguhkan rencana pembangunan The Mukaab, sebuah pencakar langit berbentuk kubus raksasa yang menjadi pusat pengembangan kawasan New Murabba di pusat kota Riyadh.
Penangguhan dilakukan saat otoritas terkait mengevaluasi kembali pembiayaan dan kelayakan proyek tersebut.
The Mukaab merupakan salah satu proyek ikonik yang selama ini digadang-gadang sebagai simbol futuristik Visi 2030, program ambisius Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi agar tidak lagi bergantung pada minyak.
Namun, proyek ini kini bergabung dalam daftar megaproyek yang dipangkas atau ditunda, di tengah langkah PIF, yang mengelola aset sekitar US$925 miliar, untuk mengendalikan biaya dan memprioritaskan pengeluaran.
Menurut lima sumber, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (28/1/2026), Arab Saudi saat ini mulai mengalihkan fokus dari belanja besar pada proyek futuristik berisiko tinggi, seperti The Line di kawasan NEOM, ke proyek-proyek yang dinilai lebih mendesak dan berpotensi memberikan keuntungan dalam jangka menengah.
Prioritas baru tersebut mencakup pembangunan infrastruktur untuk World Expo 2030 dan Piala Dunia 2034, kawasan budaya terpadu Diriyah senilai US$60 miliar, serta megaproyek pariwisata Qiddiya.
Reposisi strategi ini juga mencerminkan tekanan fiskal yang kian terasa, seiring harga minyak bertahan jauh di bawah level yang dibutuhkan untuk mendanai agenda transformasi ekonomi Saudi yang sangat mahal.
Masa Depan Belum Jelas
Tiga sumber menyebutkan masa depan The Mukaab kini belum jelas dengan pekerjaan konstruksi dihentikan pada tahap awal, terbatas pada penggalian tanah dan pemasangan tiang pancang. Meski demikian, pengembangan properti di sekitar kawasan New Murabba dipastikan tetap berlanjut, menurut lima orang yang mengetahui rencana tersebut.
The Mukaab sebelumnya dirancang sebagai kubus logam berukuran 400 meter x 400 meter, yang di dalamnya terdapat kubah dengan layar berbasis kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia. Pengunjung direncanakan dapat menyaksikan tampilan tersebut dari sebuah struktur bertingkat menyerupai ziggurat setinggi lebih dari 300 meter di bagian dalam bangunan.
CEO New Murabba, Michael Dyke, sempat mengakui tantangan besar dalam mewujudkan proyek tersebut. "Saat memasuki Mukaab, Anda memasuki dunia lain," katanya dalam konferensi pers pada Desember.
"Mencoba menyelesaikan sesuatu yang tidak ada saat ini, itu cukup menantang," imbuhnya.
Perubahan Arah Strategi PIF
Pada Oktober lalu, Reuters melaporkan bahwa PIF mulai menggeser strateginya dengan fokus pada sektor-sektor seperti logistik, pertambangan, kecerdasan buatan, dan bidang lain yang dinilai menjanjikan imbal hasil lebih cepat.
Langkah ini diambil setelah tekanan meningkat akibat pencatatan penurunan nilai sebesar US$8 miliar atas investasi megaproyek pada akhir 2024.
Saat ini, pemerintah Saudi juga tengah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap sejumlah megaproyek Visi 2030.
Pada akhir pekan lalu, Arab Saudi juga mengumumkan penundaan tanpa batas waktu penyelenggaraan Asian Winter Games 2029 yang rencananya digelar di Trojena, proyek lain di kawasan NEOM yang juga mengalami berbagai penundaan.
Namun demikian, The Mukaab menjadi proyek pertama di ibu kota Riyadh yang dilaporkan secara terbuka tengah dievaluasi ulang dari sisi kelayakan.
Konsultan properti Knight Frank memperkirakan total biaya pengembangan kawasan New Murabba mencapai sekitar US$50 miliar, setara dengan produk domestik bruto (PDB) Yordania. Dari jumlah tersebut, proyek-proyek yang telah dikontrak sejauh ini baru bernilai sekitar US$100 juta.
Rencana awal menyebutkan New Murabba akan selesai pada 2030, namun jadwal tersebut kini mundur menjadi 2040. Pemerintah sebelumnya memperkirakan kawasan ini akan menampung 104.000 unit hunian, menambah 180 miliar riyal terhadap PDB Saudi, serta menciptakan 334.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung pada 2030.
Di luar aspek ekonomi, desain The Mukaab juga sempat menuai kritik di media sosial ketika pertama kali diperkenalkan, karena dinilai menyerupai Ka'bah.
(luc/luc)