Pertamina Ungkap Pemakaian LPG Subsidi Melonjak 8,5 Juta Ton di 2025
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga mencatat realisasi penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) sepanjang tahun 2025 telah mencapai lebih dari 8,5 juta ton. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan energi di kalangan masyarakat.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar memaparkan bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg pada 2025 tercatat sebesar 8.519.243 metrik ton (MT) atau sekitar 99,77 persen dari kuota revisi penyaluran tahun 2025 sebesar 8.544.881 MT.
"Kita berbicara mengenai LPG. Dari kuota yang diberikan oleh pemerintah dan kuota revisi, kecenderungannya untuk LPG ini berbeda dengan BBM subsidi. LPG ini cenderung meningkat, bahkan selalu meningkat, selalu direvisi sejak tahun 2023," kata Achmad dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, dengan tingginya realisasi penyaluran pada 2025, pihaknya pun memproyeksikan potensi peningkatan konsumsi LPG 3 kg pada 2026. Adapun, tanpa pengendalian, penyaluran LPG subsidi diperkirakan dapat mencapai sekitar 8,7 juta MT atau naik sekitar 3,2 persen dibandingkan realisasi 2025.
"Dan pada tahun 2026 diprognosakan untuk distribusi tanpa pengendalian, artinya distribusi ini dilakukan dengan tidak adanya batasan-batasan, itu akan meningkat sebesar 3,2% dari alokasi," ujarnya.
Sementara, dengan penerapan pengendalian, penyaluran diproyeksikan turun menjadi sekitar 8,29 juta MT, atau berkurang sekitar 2,6 persen dibandingkan realisasi 2025.
"Tetapi kalau dari prognosa terhadap penyaluran LPG yang dibatasi atau dikendalikan, nah ini akan meningkat sekitar 300 ton, gak terlalu banyak," kata dia.
Oleh sebab itu, Achmad mengharapkan dukungan dari anggota Komisi XII DPR RI agar pemerintah dapat segera memberlakukan pembatasan pembelian LPG 3 kg. Sehingga penyaluran subsidi energi dapat lebih tepat sasaran.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]