KKP Geber Pelatihan dan Sertifikasi Petambak Garam, Ini Targetnya

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 17:35 WIB
Foto: CNBC Indonesia/ Donald

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mempercepat penerapan sertifikasi dan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi garam hasil tambak rakyat. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mendorong swasembada garam nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Saat ini, kebutuhan industri menuntut garam dengan kadar natrium klorida (NaCl) minimal 97%. Namun, produksi garam rakyat masih didominasi untuk konsumsi rumah tangga, sehingga belum banyak yang memenuhi spesifikasi industri. Kondisi tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor garam industri dalam jumlah besar.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menyampaikan proses sertifikasi garam petambak masih terus berjalan. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari tuntutan standar produksi yang harus dipenuhi sejak tahap awal.


Untuk mendukung percepatan tersebut, KKP secara rutin menggelar pelatihan bagi petambak agar kualitas produksi garam sesuai dengan persyaratan sertifikasi.

"SNI masih dilakukan, karena kan produksinya harus terstandar ya. Itu masih dilakukan pelatihannya bagi para petambak, sehingga garamnya bisa disertifikasi," kata Koswara saat ditemui usai acara Peluncuran Program TFCCA di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Foto: CNBC Indonesia/ Donald
Petani Garam

Ia menuturkan, penerapan sertifikasi dilakukan secara bertahap. Sejumlah petambak yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya kini sudah mulai mengantongi sertifikat, dan jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Per tahun itu progresnya bagus, bertambahnya bagus. Karena ini kan bagian dari program swasembada garam," ucap dia.

Dari sisi produksi, Koswara memperkirakan volume garam nasional pada 2026 relatif stagnan dan masih berada di kisaran 1 juta ton. Faktor cuaca, terutama curah hujan tinggi, dinilai masih menjadi tantangan utama dalam mendongkrak produksi tahun ini.

"Kurang lebih sama perkiraannya (1 juta ton garam pada 2026) seperti tahun lalu, karena suasananya juga mirip-mirip," ujarnya.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 2025, KKP Gagalkan Penyelundupan 1,314 Juta Benih Lobster