MARKET DATA
Internasional

'Neraka Bocor' Hantam Tetangga RI, Suhu Mendidih 45 Derajat Celcius

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
27 January 2026 21:00
Orang-orang mendinginkan diri di bawah semprotan air di Circular Quay saat cuaca panas, di Sydney, Australia, 27 Januari 2026. (REUTERS/Flavio Brancaleone)
Foto: Orang-orang mendinginkan diri di bawah semprotan air di Circular Quay saat cuaca panas, di Sydney, Australia, 27 Januari 2026. (REUTERS/Flavio Brancaleone)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas ekstrem melanda wilayah tenggara Australia dan meningkatkan ancaman kebakaran hutan, dengan Melbourne diperkirakan mencatat hari terpanasnya dalam hampir 17 tahun pada Selasa (27/1/2026). Suhu di ibu kota negara bagian Victoria itu berpotensi menembus 45 derajat Celcius.

Biro Meteorologi Australia menyatakan kondisi gelombang panas parah hingga ekstrem diperkirakan mencapai puncaknya pada Selasa dan Rabu, sebelum perlahan mereda menjelang akhir pekan. Dampaknya, risiko kebakaran hutan melonjak tajam di berbagai wilayah.

Di Victoria, negara bagian terpadat kedua di Australia, kebakaran hutan yang cepat menyebar di kawasan Otways telah menghanguskan sekitar 10.000 hektare lahan. Ratusan warga di kota-kota pedesaan bahkan diperintahkan untuk segera mengungsi dari rumah mereka.

Otoritas setempat memperingatkan bahwa perubahan cuaca disertai angin kencang berpotensi memperburuk situasi.

"Perubahan cuaca sekitar pukul 5 sore dengan angin yang sangat kencang kemungkinan akan menyebabkan kerusakan paling besar dan mendorong api lebih jauh," ujar Kepala Petugas Otoritas Kebakaran Pedesaan, Jason Heffernan, kepada ABC News.

Menurut Heffernan, layanan darurat telah mengetuk pintu sekitar 1.100 rumah dan mengirimkan pesan teks ke sekitar 10.000 nomor telepon untuk mendesak warga segera meninggalkan wilayah terdampak. Pemerintah negara bagian juga memberlakukan larangan total pembakaran di seluruh Victoria guna menekan risiko munculnya kebakaran baru.

Gelombang panas ini turut mempengaruhi sejumlah agenda besar. Penyelenggara turnamen tenis Grand Slam Australian Open di Melbourne menyatakan pertandingan di lapangan luar serta penutupan atap stadion akan mengikuti protokol kondisi panas ekstrem. Sejumlah pertandingan kursi roda bahkan ditunda hingga Rabu.

Sementara itu, kota-kota pedalaman diperkirakan mengalami suhu di kisaran 40-an derajat Celcius. Kota Ouyen, yang berjarak sekitar 440 kilometer barat laut Melbourne dan berpenduduk sekitar 1.000 jiwa, diprediksi bisa mencapai suhu hingga 49 derajat Celcius.

Dampak panas ekstrem juga dirasakan pelaku usaha lokal. Tukang daging setempat, Nathan Grayling, mengatakan sebagian besar warga memilih bertahan di dalam rumah.

"Kami akan berusaha menjaga toko tetap gelap dan sejuk sebisa mungkin. Jika semuanya sudah selesai, kami mungkin pulang lebih awal dan pergi ke pub lokal untuk minum bir," ujarnya kepada ABC Radio.

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dunia di Ambang Petaka Baru: 57 Hari "Neraka" dalam Setahun


Most Popular
Features