Serapan BBM Subsidi Solar & Pertalite 2025 di Bawah Kuota, Ini Datanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat adanya penurunan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi baik itu Jenis BBM Tertentu (JBT) solar maupun Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.
Mengacu data paparan BPH Migas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Selasa (27/1/2026), serapan JBT solar hanya terealisasi 97,49% atau 18,4 juta Kilo Liter (KL) dari target kuota yang ditetapkan tahun 2025 mencapai 18,88 juta KL.
Sementara itu, untuk serapan JBKP Pertalite mencapai 89,86% atau hanya 28,06 juta KL dari target kuota yang ditetapkan 2025 mencapai 31,23 juta KL.
"Di dalam distribusi realisasi Januari sampai Desember, bahwasanya BPH Migas telah mengawal dengan baik, distribusi semuanya lancar," terang Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Selasa (27/1/2026).
Atau menurunnya serapan BBM subsidi tersebut, BPH Migas mencatat adanya penghematan subsidi dan kompensasi di tahun 2025 mencapai Rp 4,98 triliun yang terdiri dari JBT Solar sebanyak Rp 2,1 triliun, JBKP Pertalite Rp 2,7 triliun dan JBT minyak tanah Rp 0,122 triliun.
"Kompensasi negara semua terpenuhi dan lancar," ungkap Wahyudi.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]