MARKET DATA

Purbaya: Kita Gak Becus Ngurus Ekonomi, Jangan Salahkan Global

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
27 January 2026 13:10
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketidakpastian global seringkali menjadi alasan regulator sebelumnya untuk menjelaskan munculnya perlambatan ekonomi nasional. Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi oleh permintaan dalam negeri.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah seminar di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).

"Kalau sebelumnya selalu kita bilang apa? Ekonomi global gelap maka ekonomi Indonesia jadi morat marit. Padahal 90% ekonomi Indonesia Indonesia dipengaruhi oleh domestic demand," ujarnya.

Purbaya menilai narasi sebelumnya menyalahkan kondisi global merupakan bentuk mencari pembenaran atas ketidakmampuan dalam mengelola ekonomi domestik.

"Itu saya bisa simpulkan itu mencari excuse ketika kita gak becus ngurus ekonomi dalam negeri," ujarnya.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut mencontohkan ketika Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi 2025 awalnya 3%. Kemudian berubah menjadi 3,2%.

Sementara di dalam negeri, suasana dibuat menyeramkan dengan menyampaikan ancaman terhadap perekonomian. Realisasinya Indonesia masih bisa tumbuh baik di atas 5% dengan ekspor sebagai salah satu penopang terbesar. "Jadi IMF juga kadang-kadang ngawur," tegasnya.

Menurut Purbaya, penting bagi pemerintah dan seluruh pihak yang berkepentingan untuk menciptakan optimisme di tengah masyarakat sehingga aktivitas ekonomi di dalam negeri berjalan.

"Saya gak peduli dengan global economy. Selama saya bisa jaga domestic demand, ekonomi kita masih bisa akan tumbuh. Jadi teman-teman gak usah takut menteri yang sekarang agak pinter dikit. Tapi kalau global demand-nya bagus ya itu bagus juga buat kita," pungkasnya.

(mij/mij)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mau Ekonomi RI Terjaga 5%, Bank Mandiri: Fiskal Harus Lebih Ekspansi


Most Popular
Features