Energi Corner

Video: Masih Impor Solar Panel China, Tantangan RI Perbanyak PLTS

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 15:30 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Komitmen pemerintah RI untuk mencapai swasembada energi dan mendorong program transisi energi menuju Net Zero Emission 2026 menjadi pendorong bagi pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Upaya pemerintah mempercepat transisi energi juga tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 PT PLN (Persero) yang menargetkan penambahan pembangkit listrik sebesar 69,5 Gigawatt dengan EBT mencapai 76% atau 52,9 GW dengan penambahan pembangkit tenaga surya (PLTS) mencapai 17,1 GW.

Dukungan pemerintah terhadap pengembangan EBT disebut Chief of Commercial & Business Development ATW Solar Indonesia, Wilson Tanuwijaya sebagai pendorong bagi pertumbuhan EBT termasuk PLTS, salah satunya diwujudkan dengan penambahan kuota PLTS Atap di 2026 menjadi sekitar 1.400 Megawatt

Selain itu pasar utama PLTS Atap yakni industri terus berkembang di era digitalisasi membuat peluang peningkatan kebutuhan PLTS Atap di Indonesia terus meningkat. Di sisi lain teknologi PLTS yang terus berkembang dan adanya penurunan harga baterai membuat daya saing PLTS Atap meningkat.

Sepanjang 2025, ATW Solar Indonesia berhasil melaksanakan instalasi PLTS Atap dan PLTS Tanah lebih dari 60 Mega Watt. Ke depan ATW Solar menargetkan ekspansi ke sektor pertambangan dan perkebunan untuk meningkatkan utilitas terpasang.

Meski demikian pengembangan PLTS masih terdapat berbagai tantangan terkait rantai pasok global seiring dengan naiknya bahan baku solar panel serta adanya pembatasan regulasi China sebagai pemasok solar panel utama dunia. Selain itu konsistensi regulasi jangka panjang masih diperlukan untuk memberikan kepastian berusaha serta dibutuhkan peningkatan edukasi masyarakat terhadap penggunaan EBT.

Seperti apa tantangan dan prospek pengembangan PLTS ke depan? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Chief of Commercial & Business Development ATW Solar Indonesia, Wilson Tanuwijaya dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 27/01/2026)