Foto Internasional

Penampakan Terkini Malapetaka di AS, Jutaan Warga Hidup Tanpa Listrik

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 05:00 WIB

Lebih dari 10 ribu penerbangan dibatalkan dan sebagian besar kota di Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik, imbas badai salju ekstrem.

1/6 Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)

Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS. Lebih dari 10.000 penerbangan dibatalkan dan sebagian besar kota di Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik, imbas badai salju ekstrem sejak akhir pekan kemarin. (REUTERS/Jeenah Moon)

2/6 Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)

Badai salju diperkirakan akan melanda dua pertiga wilayah timur AS sepanjang minggu ini, hingga menyebabkan suhu anjlok di bawah titik beku. (REUTERS/Jeenah Moon)

3/6 Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)

Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) Amerika Serikat menyebut badai salju ini akan menimbulkan dampak berbahaya pada perjalanan dan infrastruktur, yang akan berlangsung selama beberapa hari. (REUTERS/Jeenah Moon)

4/6 Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)

Salju lebat diperkirakan akan turun dari Lembah Ohio hingga Timur Laut. Sementara akumulasi es besar akan mengancam dari Lembah Mississippi hingga Atlantik Tengah dan Tenggara. (REUTERS/Jeenah Moon)

5/6 Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (24/1/2025) menyetujui deklarasi bencana darurat federal karena hampir 20 negara bagian mengalami keadaan darurat cuaca. "Kami akan terus memantau, dan terus berhubungan dengan semua negara bagian yang dilalui badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat," tulis Trump di Truth Social. (REUTERS/Jeenah Moon)

6/6 Penampakan salju tebal selimuti sebagian besar wilayah AS, Minggu (25/1/2026). (REUTERS/Jeenah Moon)

Menteri Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengatakan Badan Manajemen Keadaan Darurat Federal (FEMA) telah menempatkan staf, kebutuhan pokok, dan tim penyelamatan di sejumlah negara bagian. Dia juga mengingatkan warga untuk mengambil tindakan pencegahan. (REUTERS/Jeenah Moon)