CEO Perusahaan Energi RI Beberkan Strategi Penuhi Komitmen Iklim
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menegaskan pendekatan strategisnya dalam mendorong transisi energi yang adil dan ambisius melalui panel diskusi Powering the Future: Indonesia's Strategy for a Just and Ambitious Energy Transition, di Indonesia Pavilion, Davos Swiss. Forum ini menyoroti bagaimana Indonesia mempercepat transisi energi dengan tetap menjaga ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memenuhi komitmen iklim nasional.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menegaskan, Pertamina berperan sebagai penggerak utama transformasi
energi nasional melalui pengembangan energi rendah karbon, penguatan portofolio energi bersih, serta penerapan teknologi seperti bioenergi, panas bumi, dan penangkapan karbon, sambil tetap memastikan ketahanan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.
"Kami menerapkan dual growth strategy yaitu memaksimalkan bisnis eksisting dengan terus meningkatkan produksi di sektor hulu yang masih memiliki potensi besar, sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon, salah satunya melalui pembangunan ekosistem biofuel, di
mana Indonesia telah berhasil mengimplementasikan program biodiesel B40," papar Simon dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).
Dalam forum tersebut, para panelis sepakat bahwa transisi energi Indonesia memerlukan pendekatan yang berimbang dan kontekstual, mengingat kebutuhan energi domestik yang terus meningkat serta peran strategis sektor energi dalam menopang industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja. Indonesia menargetkan bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23% pada 2025, sejalan dengan komitmen penurunan emisi nasional menuju Net Zero Emission 2060.
"Kami memiliki rencana pengembangan LNG di Kanada yang didukung oleh pasokan listrik dari pembangkit hidro. Ini menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian, setelah konstruksi selesai, proyek tersebut dapat diklaim sebagai rencana energi net-zero karena
sumber energinya berasal dari listrik hidro, "ujar Presiden Direktur RGE Indonesia, Bernard Riedo.
Sementara itu, Presiden Direktur Indika Energy Azis Armand menekankan perlunya kepastian kebijakan dan pendekatan transisi yang realistis agar investasi berkelanjutan dapat tumbuh, teknologi rendah karbon dapat diadopsi secara luas, dan manfaat ekonomi transisi energi dapat dirasakan secara inklusif.
"Dalam proses transisi di tingkat korporasi, prioritas utama kami adalah menjaga keamanan energi dan ketahanan bisnis. Setiap langkah transisi harus masuk akal secara ekonomi dan finansial, serta memperkuat keamanan energi dan resiliensi usaha. Dalam konteks Indika Energy, transisi energi harus memperkuat platform bisnis kami agar dapat tumbuh lebih lanjut secara berkelanjutan dan tetap layak secara finansial," tegas Azis.
Melalui panel di Indonesia Pavilion ini, Indonesia menegaskan bahwa transisi energi merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional dan diplomasi ekonomi, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam agenda energi dan iklim global.
[Gambas:Video CNBC]