Anak Buah Trump Tembak Mati Warga Sendiri, Pemerintahan AS Goyah
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali berada di bawah tekanan besar setelah seorang warga negara AS tewas ditembak agen federal dalam operasi penindakan imigrasi di Minneapolis, Minnesota.
Insiden ini menjadi kematian kedua dalam waktu kurang dari tiga pekan, sekaligus memicu kemarahan publik setelah rekaman video ponsel kembali bertentangan dengan versi resmi pemerintah.
Agen federal menembak mati Alex Pretti, perawat ICU berusia 37 tahun, pada Sabtu (24/1/2026) waktu setempat, saat terjadi kontak fisik di jalan yang licin akibat es di kota tersebut. Penembakan ini terjadi hanya sekitar tiga minggu setelah seorang petugas imigrasi menembak Renee Good, juga berusia 37 tahun, hingga tewas di dalam mobilnya.
Pemerintahan Trump dengan cepat menyatakan bahwa Pretti berniat melukai agen federal, sama seperti klaim yang disampaikan setelah kematian Good. Pemerintah merujuk pada keberadaan pistol yang dikatakan ditemukan pada tubuh Pretti.
Namun, video yang beredar luas di media sosial dan telah diverifikasi oleh sejumlah media Amerika Serikat menunjukkan gambaran berbeda. Dalam rekaman tersebut, Pretti terlihat tidak pernah menarik senjata apapun. Ia disemprot cairan kimia ke wajahnya, dijatuhkan ke aspal, lalu ditembak sekitar 10 kali oleh agen federal hanya beberapa detik kemudian.
Rekaman itu makin memicu kemarahan publik dan memperbesar gelombang protes terhadap kehadiran agen federal di Minneapolis. Sekitar 1.000 orang dilaporkan turun ke jalan pada Minggu untuk berdemonstrasi menentang operasi tersebut.
Setelah sejumlah pejabat tinggi menggambarkan Pretti sebagai seorang "pembunuh bayaran" yang menyerang agen, orang tua Pretti mengeluarkan pernyataan keras pada Sabtu, mengecam apa yang mereka sebut sebagai "kebohongan menjijikkan" dari pemerintah tentang putra mereka.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan berduka atas kejadian tersebut.
"Saya benar-benar berduka. Saya bahkan tidak bisa membayangkan kehilangan seorang anak," kata Noem dalam wawancara dengan Fox News.
Noem menambahkan bahwa kejelasan akan muncul seiring dengan berlangsungnya proses penyelidikan.
Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche, yang berbicara di program NBC Meet the Press, juga menegaskan perlunya penyelidikan menyeluruh untuk memahami secara utuh apa yang terjadi.
Ketika ditanya apakah pistol tersebut sudah diambil dari tubuh Pretti sebelum agen melepaskan tembakan, Blanche menjawab tidak tahu. "Dan tidak ada orang lain yang tahu juga. Itulah sebabnya kami melakukan penyelidikan."
Penyelidikan Gabungan
Pernyataan para pejabat itu muncul setelah sejumlah senator dari Partai Republik, partai Trump sendiri, mendesak dilakukannya penyelidikan penuh dan kerja sama dengan otoritas lokal.
"Harus ada penyelidikan penuh secara gabungan antara federal dan negara bagian," kata Senator Bill Cassidy dari Louisiana.
Sebelumnya, pemerintahan Trump menuai kontroversi karena mengecualikan penyelidik lokal dari penyelidikan atas kematian Renee Good.
Gubernur Minnesota dari Partai Demokrat, Tim Walz, bahkan melontarkan pertanyaan langsung kepada Presiden Trump dalam konferensi pers pada Minggu.
"Apa rencananya, Donald Trump?" kata Walz. "Apa yang perlu kami lakukan agar agen federal ini keluar dari negara bagian kami?"
Ribuan agen imigrasi federal telah dikerahkan ke Minneapolis selama beberapa pekan terakhir, kota yang dikenal sebagai basis pemilih Partai Demokrat. Pengerahan itu dilakukan setelah media konservatif melaporkan dugaan penipuan yang melibatkan imigran asal Somalia.
Trump berulang kali mengamplifikasi tuduhan bernuansa rasial tersebut, termasuk pada Minggu ketika ia menulis di platform Truth Social miliknya. "Minnesota adalah PENUTUPAN Kriminal atas penipuan finansial besar-besaran yang telah terjadi!"
Minneapolis sendiri memiliki salah satu populasi imigran Somalia terbesar di Amerika Serikat.
Jaksa Agung Minnesota, Keith Ellison, membantah klaim Trump. "Ini bukan soal penipuan, karena kalau dia mengirim orang-orang yang memahami akuntansi forensik, kita akan berbicara hal yang berbeda. Tapi yang dia kirim adalah pria-pria bersenjata bertopeng."
Operation Metro Surge
Sejak dimulainya operasi bertajuk Operation Metro Surge, banyak warga Minneapolis membawa peluit untuk memperingatkan lingkungan sekitar ketika agen imigrasi muncul. Bentrokan, yang dalam beberapa kasus berubah menjadi kekerasan, juga kerap terjadi antara petugas dan demonstran.
Pemerintah daerah Minnesota telah menggugat pemerintah federal dan meminta pengadilan mengeluarkan perintah untuk menghentikan sementara operasi tersebut. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Senin.
Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap operasi imigrasi domestik Trump. Video agen bertopeng yang menyeret orang dari trotoar, termasuk anak-anak, serta kisah dramatis warga negara AS yang ditahan, makin memperkuat kritik terhadap kebijakan tersebut.
Mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama turut mengecam keras kematian Pretti. Dalam pernyataan bersama pada Minggu, mereka menyebut insiden itu sebagai "peringatan keras" bahwa nilai-nilai inti Amerika Serikat "semakin berada di bawah serangan."
Keduanya juga menuding Trump dan pemerintahannya terlihat "ingin memperuncing situasi" alih-alih meredakannya.
Â
(luc/luc)[Gambas:Video CNBC]